Theology,Technology, and Philosophy, ENJOY!!

Thursday, January 31, 2013

Gereja diutus oleh Kristus untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah

Gereja diutus oleh Kristus untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah

Gereja diutus oleh Kristus (AG 5)
          Dasar perutusan Gereja adalah Yesus Kristus. Perutusan Gereja bersifat ilahi, seperti dirumuskan GS 89:”berdasarkan perutusan ilahi-Nya, Gereja mewartakan Injil serta menyalurkan kekayaan rahmat kepada semua orang”. Dasar perutusan Gereja adalah perutusan Putera dan Roh Kudus menurut rencana Bapa (AG 2-6). Dalam LG 17 dikatakan bahwa tugas perutusan Gereja berasal dari perintah Kristus. Perintah ini diterima oleh Gereja dari pewartaan para Rasul (Mat 28,19-20). Perintah Kristus akan perutusan Gereja ini juga didasarkan pada perutusan-Nya sendiri (Yoh 20,21). Berdasarkan Roh Kudus pula Gereja melaksanakan perutusan-Nya . AG 2 menegaskan bahwa sifat misioner Gereja adalah Trinitaris artinya bersal dari perutusan Putera dan Roh Kudus menurut rencana Bapa. Pewartaan itu harus dilaskanakan sampai keujung bumi (Kis 1:8). Secara hirarkis dapat digambarkan bahwa perutusan Gereja sebagai berikut: Allah Bapa mengutus Putera, Putera mengutus para Rasul (cikal bakal Gereja), Gereja atas dorongan Roh Kudus melaksanakan perutusannya.
          Pertanyaan lebih lanjut adalah bagaimana perutusan Putera oleh Bapa itu dilaksankakan sehingga menjadi titik pijak bagi Gereja untuk melaksanakan perutusannya? Yesus melaksanakan perutusan-Nya dalam sabda, karya serta wafat dan kebangkitan-Nya. Pokok pewartaan Yesus adalah Kerajaan Allah. Yesus mewartakan Kerajaan Allah yang akan datang dengan segera (Mrk 1,15).
          Mengapa Gereja diutus oleh Kristus? AG 5 mengatakan, “Kristus mendirikan Gereja sebagai sakramen keselamatan.” Dengan demikian Yesus mempunyai maksud dalam mendirikan Gereja yaitu untuk mengantar semua orang dan bangsa kepada iman, kebebasan dan damai dalam Kristus. Dengan kata lain Kristus mendirikan Gereja agra semua orang dibawa kepada keselamatan. Dengan maksud itu pulalah Kristus mengutus Gereja. Gereja diutus oleh Kristus supaya melanjutkan apa yang menjadi pewartaan Yesus sendiri.
          Apa tugas perutusan Yesus? Sebagaimana perutusan Putera yaitu mewartakan Injil Kerajaan Allah, demikian pula Gereja mendapat perutusan yang sama. Gereja diutus oleh Kristus untul mewartakan Injil Kerajaan Allah. Kerajaan Allah merupakan simbol yang diambil dari kehidupan politik (Mzm 72). Simbol ini mengungkapkan relasi antara Allah dan manusia. Dari pihak Allah: Kerajaan Allah adalah Allah yang mewahyukan diri dan memberikan diri kepada manusia. Dari pihak manusia, Kerajaan Allah adalah situasi dimana manusia mengalami Allah yang merajai kehidupan.

Gereja diutus mewartakan Injil Kerajaan Allah
          Perutusan Gereja bersifat universal (LG 1). Gereja menerima perutusan ilahi yang dipercayakan kepada pada Rasul (LG 20), untuk menyinari dunia dengan amanat Injil (LG 5; GS 41; GS 92) dan untuk menampakkan serta menyalurkan cinta kasih Allah terhadap semua orang dan segala bangsa (AG 10). Perutusan Gereja bersifat religius, manusiawi dan menyangkut keselamatana rohani dan jasmani (GS 11, 42, 89, AA 5-6). Untuk menjalankan perutusannya Gereja menggunakan sarana-sarana dan upaya-upaya jasmani (LG 8, GS 76).
          Kalau Gereja mewartakan Injil Kerajaan Allah, artinya Gereja berpatisipasi dalam perutusan Putera yang mewartakan Injil Kerajaan Allah. Isi Injil Kerajaan Allah adalah Kristus yang mewartakan kedatangan Kerajaan Allah (LG 5) sekaligus yang juga tanda Kerajaan Allah, karena dalam diri Yesus mulailah Kerajaan Allah itu (DV 17). Ada empat aspek yang dapat dilihat dari pewartaan Gereja ini:
1.     Pewartaan Kerajaan Allah bertitik tolak dari situasi dosa dan penderitaan. Maka mewartakan Kerajaan Allah berarti mewartakan pembebasan manusia dari situasi negatif tersebut. Pembebasan ini tidak menyagkut aspek rohani saja, tetapi juga yang jasmani. Maka pewartaan Kerajaan Allah menyagkut tindakan politis (publik dan kemasyarakatan). Aspek ini disebut dengan aspek soteriologis.
2.    Pewartaan Kerajaan Allah menyangkut pewartaan bahwa Allah adalah Bapa bagi semua orang (Mat 5,45). Pengakuan ini mengandung panggilan Gereja untuk menerima semua orang sebagai saudara dalam keluarga Allah. Maka Gereja mewartakan Kerajaan Allah sama halnya dengan mewartakan suatu persaudaraan sejati antar manusia. Aspek ini disebut aspek teologis.
3.    Pewartaan Kerajaan Allah merupakan suatu proses dinamis dan tidak akan pernah selesai. Proses ini menuju kepada kepenuhannya pada akhir zaman. Ini merupakan aspek eskatologis.
4.    Pewartaan Kerajaan Allah berhubungan erat dengan Yesus Kristus. Dalam terang dan kekuatan Kristus kita bisa terbuka terhadapa segala gerak yang meringankan penderitaan orang tanpa pandang bulu. Ini aspek kristologis.


0 comments:

Post a Comment