Theology,Technology, and Philosophy, ENJOY!!

Materi Pendidikan Agama Kaloik SD

Kunjungi Chanel DMC Yos Sudarso

Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK

Kunjungi Chanel DMC Yos Sudarso di Youtube

Materi Pendidikan Agama Katolik untuk SMP

kunjungi Chanel DMC Yos Sudarso

Showing posts with label Materi Pendidikan Agama Katolik SMP. Show all posts
Showing posts with label Materi Pendidikan Agama Katolik SMP. Show all posts

Thursday, January 7, 2021

Penilaian Materi Yesus Mengutus Roh Kudus

 Penilaian


1. Jelaskanlah siapa Roh Kudus yang diutus Yesus?

2. Mengapa Yesus mengutus Roh Kudus?

3. Jelaskanlah lambang-lambang Roh Kudus?

4. Apa peran Roh Kudus dalam hidup kita?


Tugas

Buatlah sebuah doa yang mengungkapkan Peran Roh Kudus dalam hidupmu! 

kumpulkan lewat WA atau Google Form


jika belum menguasai, baca lengkap materi. klik disini
baca juga rangkuman materi, klik disini

Rangkuman Materi Yesus Mengutus Roh Kudus

 a.Setelah Yesus disalibkan, wafat, dan dimakamkan, para rasul mengalami kesedihan dan ketakutan yang luar biasa. Mereka sedih karena merasa ditinggalkan oleh Gurunya. Mereka takut untuk memberi kesaksian tentang Yesus. Mereka senantiasa menantikan terpenuhinya janji Yesus untuk mengutus Roh Penghibur yaitu Roh Kebenaran.

b. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang mengajarkan tentang Kebenaran Allah, yaitu mewartakan tentang Yesus Kristus sendiri dan karya Penyelamatan-Nya. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang menuntun Gereja kepada kekudusan. Dengan hidup mengikuti tuntunan dan bimbingan Roh Kudus maka setiap orang akan memperoleh keselamatan. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang menggerakkan, mendorong, menguatkan dan memberikan semangat kepada Gereja untuk berkarya dan mewartakan Kerajaan Allah. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, karena Ia akan selalu membimbing dan memimpin kita menuju kepada seluruh Kebenaran Allah. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran karena apa yang dikatakan, apa yang didengar dan apa yang diberitakan berasal dari Allah. 

c. Kerinduan para rasul itu akhirnya terjawab, ketika tiba-tiba terjadi tiupan angin yang keras memenuhi seluruh rumah dan lidah-lidah api bertebaran hinggap pada mereka masing-masing, lalu mereka dipenuhi Roh Kudus (lih. Kis.2: 1-11.). Ini membuktikan bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan mereka, melainkan akan menyertai senantiasa hingga akhir zaman. 

d. Penyertaan Yesus dalam Roh Kudus itu pula yang menguatkan iman Gereja hingga sekarang. Dalam keadaan sulit sekalipun, Gereja tetap percaya bahwa Roh Kudus terus berkarya menguatkan umat-Nya. 

jika ingin membaca materi lengkap. klik disini
jika sudah siap mengikuti penilaian/evaluasi. klik di sini

Yesus Mengutus Roh Kudus - Materi Pendidikan Agama Katolik kelas 8 semester 2

 Yesus Mengutus Roh Kudus


Sesudah kebangkitan-Nya dari alam maut, Yesus Kristus naik ke surga. Kenaikan Yesus inilah yang dimaksudkan-Nya ketika Ia mengatakan “.... Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yoh 16:7) Ia pergi kepada Bapa dan akan mengutus Roh Kudus, Roh Kebenaran. Ia pergi kepada Bapa karena Ia adalah Anak Allah dan Utusan-Nya. 

Roh Kudus atau Roh Kebenaran diutus untuk mengingatkan murid-murid-Nya akan perkataan-perkataan yang pernah diucapkan Yesus semasa tinggal bersama-sama dengan para murid. Apa yang pernah dijanjikan oleh Yesus tersebut sungguh–sungguh terpenuhi, bahwa Roh Kudus akan datang, yakni pada hari Pentakosta. Roh Kudus turun atas para rasul dalam bentuk lidah- lidah api dan tiupan angin yang sangat kencang memenuhi seluruh ruangan dimana mereka berkumpul. Para murid percaya bahwa Roh Kudus adalah Roh Yesus sendiri yang pernah dijanjikan-Nya kepada mereka. 

Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang mengajarkan tentang Kebenaran Allah, yaitu mewartakan tentang Yesus Kristus sendiri dan karya Penyelamatan-Nya. 

Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang menuntun Gereja kepada kekudusan. Dengan hidup mengikuti tuntunan dan bimbingan Roh Kudus maka setiap orang akan memperoleh keselamatan. 

Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang menggerakkan, mendorong, menguatkan dan memberikan semangat kepada Gereja untuk berkarya dan mewartakan Kerajaan Allah. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, karena Ia akan selalu membimbing dan memimpin kita menuju kepada seluruh Kebenaran Allah. 

Roh Kudus adalah Roh Kebenaran karena apa yang dikatakan, apa yang didengar dan apa yang diberitakan berasal dari Allah. Peristiwa Pentakosta mengungkapkan misteri Tritunggal Yang Maha Kudus. Roh Kudus yang dijanjikan oleh Yesus benar-benar hadir dalam Gereja, menjiwai, membimbing dan menyertai Gereja. 

Roh Kudus yang datang itu telah mengubah hati para murid Yesus, telah menyemangati dan mempersatukan semua orang dari berbagai bangsa. Apa yang mereka alami menguatkan iman mereka akan Yesus Kristus, bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan mereka, melainkan akan menyertai mereka senantiasa hingga akhir zaman. Pengalaman para murid Yesus tersebut hendaknya juga menjadi pengalaman hidup kita sebagai orang yang percaya akan Yesus. 

Roh Kudus telah diutus oleh Yesus untuk menyertai, membimbing dan menyemangati setiap langkah hidup kita. Hal ini berarti pula bahwa penyertaan dan kehadiran Yesus Kristus dalam Roh-Nya yang kudus itu terus berlangsung dan akan berlangsung hingga kini dan selamanya. Itulah yang menguatkan iman Gereja sekarang juga. Dalam keadaan sulit sekalipun, Gereja tetap percaya bahwa Roh Kudus terus berkarya menguatkan umat-Nya. Seperti Roh Kudus dilambangkan dengan angin, hendaknya kita menyadari bahwa Roh Kudus senantiasa berkarya dalam setiap langkah hidup kita. Roh Kudus menggerakkan kita kemana Roh itu mau. Kita percaya bahwa Roh Kudus akan selalu membimbing kita ke arah kebaikan.

Seperti Roh Kudus dilambangkan dengan api, hendaknya kita senantiasa menyadari bahwa Roh Kuduslah yang menyemangati gerak langkah hidup kita. Roh Kuduslah yang selalu mengobarkan semangat kita untuk mewartakan Kristus yang bangkit.


bacaan Kitab Suci yang harus Dibaca

Kisah Para Rasul 2: 1-13




Jika sudah membaca materi ini, baca juga rangkuman pembelajaran. klik di sini
jika sudah siap mengikuti penilaian/evaluasi, klik disini

Wednesday, January 6, 2021

Penilaian Materi Mencintai Alam sebagai bagian Hidup Manusia

 Penilaian/evaluasi/Sikap dan Pengetahuan


  1. Sikap apa yang harus kita miliki atas keutuhan Alam Ciptaan Tuhan ini?
  2. Jelaskan makna alam bagi hidup manusia! 
  3. Mengapa alam kita saat ini banyak yang menjadi rusak? 
  4. Perilaku apa saja yang dapat merusak alam? 
  5. Akibat apa saja yang dapat dialami jika alam kita rusak? 
  6. Bagaimana pandangan Gereja terkait dengan makna alam bagi hidup manusia? 
  7. Usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk melestarikan alam lingkungan?


Silahkan kumpulkan melaui WA atau Google Form


Penilaian keterampilan

Silahkan lakukan penanaman pohon dirumahmu
Bisa tanaman Bungan ataupun buah serta tanaman lain
Bisa ditanam dihalaman rumah atau di pot
Dokumentasikan kegiatanmu tersebut dalam bentuk foto atau video

Silahkan kumpulkan melaui WA atau Google Form

jika belum memahami materi silakan baca materi lengkapnya. klik di sini
atau baca rangkuman materi. klik di sini



SELAMAT MENGERJAKAN. TUHAN MEMBERKATI

Rangkuman Mencintai Alam sebagai bagian Hidup Manusia

 Alam merupakan bagian dari hidup manusia itu sendiri. Oleh karena, manusia tidak dapat dipisahkan dengan alam. Kita sadari bersama bahwa Tuhan menciptakan bumi dan isinya (alam) ini dari hari pertama sampai hari kelima yang pada akhirnya diperuntukkan bagi kehidupan manusia.

Karena keegoisan dan keserakahan manusia, maka manusia berperilaku yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan alam dan bahkan kehancuran alam lingkungan.

Berbagai contoh tindakan menusia yang dapat merusak keutuhan alam ciptaan atau lingkungan hidup kita: antara lain membuang sampah sembarangan, mencari ikan dengan racun atau bahan berbahaya lainnya, penebangan hutan secara liar, dan sebagainya. 

Alam yang rusak dapat menyebabkan terjadinya berbagai bencana di bumi seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, dan sebagainya 

a. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita kenal ada tiga bentuk pencemaran, yaitu pencemaran udara, pencemaran tanah, dan pencemaran air. Ini merupakan beberapa bentukbentuk dari kerusakan alam lingkungan kita. 

b. Agar keseimbangan ekosistem tidak terganggu, kita harus memanfaatkan alam dengan memperhatikan dampak positif dan negatifnya. Meskipun demikian, kenyataannya masih banyak manusia yang belum menyadari akan hal ini, sehingga mereka tidak peduli terhadap kondisi dan kelestarian alam lingkungan kita. 

c. Keharmonisan hubungan antara alam dengan manusia dapat terjalin dengan baik jika dalam diri manusia ada kehendak yang baik untuk berusaha memanfaatkan dan mengelola serta memelihara alam dengan bijak sesuai dengan kehendak Allah. Hal ini seharusnya dapat dilakukan jika manusia menyadari akan peran dan tugasnya sebagai citra Allah. Hal inilah yang dijalankan dan dicontohkan oleh Fransiskus.

d. Dalam Kitab Kejadian khususnya dalam Kej 1: 26- 31, manusia dipanggil oleh Allah untuk senantiasa memperhatikan alam lingkungannya. Allah memberikan kekuasaan kepada manusia untuk menguasai alam dengan mengolah, mempergunakan dan melestarikan alam ciptaan ini. 

e. Adapun usaha-usaha yang dapat kita lakukan, misalnya: 

  1. Memanfaatkan transportasi umum, hemat listrik hingga hidup seadanya (sederhana) yang tidak konsumtif; 
  2. Mengurangi penggunaan mobil dengan naik sepeda, jalan kaki, atau dengan bus; 
  3. Composting merupakan cara untuk membuang sampah dapur. Cara itu sehat untuk tanah dan sedikit sampah yang akan masuk ke lokasi penimbunan; 
  4. Mematikan keran air bila sedang menyikat gigi atau sudah tidak dipakai; 
  5. Menempatkan sampah pada tempatnya, bukan dibuang di sungai ataupun di tempat-tempat yang dapat menyebabkan banjir; dan sebagainya

jika ingin membaca materi secara lengkap. klik disini

jika sudah siap untuk evaluasi klik di sini


Mencintai Alam sebagai bagian Hidup Manusia - Materi Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 9 semester 2

 

Alam merupakan bagian dari hidup. Oleh karena itu, manusia tidak dapat dipisahkan dengan alam. Kita sadari bersama bahwa Tuhan menciptakan bumi dan isinya (alam) ini dari hari pertama sampai hari kelima pada akhirnya diperuntukkan bagi kehidupan manusia. Sebab setelah bumi tertata dan tercipta dengan baik, pada hari keenam Allah menempatkan manusia di dalam bumi, alam ciptaan-Nya. Manusia dapat hidup karena Allah telah mempersiapkan alam dengan baik sebagai tempat hidup bagi manusia. Manusia dan alam hidup secara berdampingan secara harmonis dan saling membutuhkan. Manusia membutuhkan alam dan alam juga membutuhkan manusia untuk pelestarian hidupnya. Seperti kita membutuhkan flora dan fauna untuk hidup. Berton-ton makanan telah kita santap yang semuanya mengambil bahan pokok dari tumbuhan dan hewan. Bagi manusia, tumbuhan dan hewan dibutuhkan bukan hanya untuk bahan makanan, melainkan juga untuk hal-hal lainnya. Misalnya, tumbuhan membantu kita untuk bernapas, untuk membuat tempat tinggal, hasil karya seni, dan sebagainya. Sedangkan hewan yang kita pelihara dapat menjadi partner kerja mengolah tanah, bahkan dapat menjadi sumber protein hewani bagi kita. Perlakuan kita terhadap kelestarian lingkungan menentukan kesejahteraan hidup kita.

Namun demikian, pada kenyataannya saat ini banyak perilaku manusia yang justru dapat menimbulkan kerusakan alam lingkungan. Karena keegoisan dan keserakahan manusia, maka manusia berperilaku yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan alam dan bahkan kehancuran alam lingkungan. Dosa keserakahan Adam dan Hawa merupakan gambaran awal munculnya bencana atas alam semesta ini. 
Berbagai contoh tindakan manusia yang dapat merusak keutuhan alam ciptaan atau lingkungan hidup, antara lain: 

1) Penebangan hutan untuk industri perkayuan, penebangan pohon-pohon untuk perluasan lahan industri atau pemukiman secara tidak bertanggung jawab. Hal ini menyebabkan hutan menjadi gundul dan bukit menjadi tandus. Pada akhirnya menyebabkan bencana banjir, tanah longsor, dan kekeringan saat kemarau. 
2) Ketidakpedulian terhadap lingkungan yang ditunjukkan dengan tindakan membuang sampah di sembarang tempat, yang menyebabkan bau busuk dimana-mana serta menyebabkan saluran air (got) dan sungai menjadi tersumbat, yang pada akhirnya menyebabkan bencana banjir. 
3) Tindakan pencemaran lingkungan sungai dengan membuang limbah berbahaya ke dalam sungai. Hal ini dapat menyebabkan tercemarnya air sungai sehingga tidak dapat dimanfaatkan lagi, bahkan bisa membahayakan kesehatan kita. 
4) Pemakaian obat-obatan untuk membasmi hama tanaman, dan asap pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor yang sedikit demi sedikit dapat meracuni kita dan seluruh alam lingkungan kita. 

Dalam Kitab Kejadian 1: 1- 31 dikisahkan bagaimana Allah menciptakan alam ini dengan begitu indah adanya. Semua yang diciptakan Tuhan begitu baik adanya. Namun karena keserakahan Adam dan Hawa sehingga menjadikan alam ini menjadi rusak. Dalam Kitab Kejadian 3:17-19 dikisahkan bahwa sejak meninggalkan Taman Firdaus dengan segala kebutuhan hidupnya yang serba ada, manusia Adam dan Hawa terpaksa harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Keharmonisan hubungan antara alam dengan manusia dapat terjalin dengan baik jika dalam diri manusia ada kehendak yang baik untuk berusaha memanfaatkan dan mengelola serta memelihara alam dengan bijak sesuai dengan kehendak Allah. Hal ini seharusnya dapat dilakukan jika manusia menyadari akan peran dan tugasnya sebagai citra Allah. Manusia tidak dapat hidup tanpa alam dan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Kita dapat meminum air bersih, berteduh dalam rumah yang nyaman, menghirup udara yang segar, dan sebagainya karena ada sumber daya alam yang kita manfaatkan. Kita harus memanfaatkan alam dengan memperhatikan dampak positif dan negatifnya, agar keseimbangan ekosistem tidak terganggu. Meskipun demikian, kenyataannya masih banyak manusia yang belum menyadari akan hal ini, sehingga mereka tidak peduli terhadap kondisi dan kelestarian alam lingkungan. 

Pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan sangat mempengaruhi pencemaran lingkungan, yang sangat merugikan kehidupan. Kenyataannya, manusia sedang menghancurkan dirinya ketika tanpa merasa bersalah menghancurkan alam semesta. Manusia sedang menyia-nyiakan hidupnya, ketika menghambur-hamburkan sumber daya alam. 

Ada tiga bentuk pencemaran yang kita kenal, yaitu pencemaran udara, pencemaran tanah, dan pencemaran air. 

Selain itu, penebangan tumbuhan dan penembakan hewan secara berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan dan kepunahan. Hal ini akan berkaitan dengn rusaknya rantai makanan dan keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, pengelolaan hutan sangat penting demi pengawetan maupun pelestariannya, sebab fungsi hutan adalah untuk mencegah erosi, sumber ekonomi, menjaga keseimbangan air, menyediakan keanekaragaman hewan dan tumbuhan. Dimana semua itu pada akhirnya untuk kelangsungan hidup bagi manusia. 

Dalam Kitab Kejadian khususnya dalam Kej 1: 26-31, manusia dipanggil oleh Allah untuk senantiasa memperhatikan alam lingkungannya. Allah memberikan kekuasaan kepada manusia untuk menguasai alam dengan mengolah, mempergunakan, dan melestarikan alam ciptaan ini. Melalui ciptaan, Allah menyatakan diri-Nya sebagaimana Ia ada. Segala ciptaan yang ada menunjukkan bahwa Allah sungguh mencintai manusia. Kita patut bersyukur menyaksikan keindahan, keharmonisan, keselarasan serta betapa sempurna dan takjubnya alam raya. Ungkapan syukur kita kepada Allah dapat kita wujud nyatakan dengan menjaga dan melestarikan alam ini karena alam dan manusia adalah bagian hidup yang tak terpisahkan satu sama lain.
 
Adapun usaha-usaha yang dapat kita lakukan, misalnya: 
1) Menerapkan praktik hidup hemat, mulai dari sebanyak mungkin memanfaatkan transportasi umum, hemat listrik hingga hidup seadanya (sederhana) yang tidak konsumtif. Semua kegiatan tersebut dapat membantu mengurangi energi yang digunakan dan pada akhirnya dapat mengurangi polusi udara dan dampak rumah kaca; 
2) Mengurangi penggunaan mobil dengan naik sepeda, jalan kaki, atau dengan bus; 
3) Composting merupakan cara untuk membuang sampah dapur. Hal itu sehat untuk tanah dan sedikit sampah yang akan masuk ke lokasi penimbunan; 
4) Mematikan keran air bila sedang menyikat gigi atau sudah tidak dipakai; 
5) Membuang sampah pada tempat yang seharusnya bukan di sungai ataupun di tempat-tempat yang dapat menyebabkan banjir, dan sebagainya.


BACAAN KITAB SUCI WAJIB:

jika sudah memahami materi juga rangkuman materi. klik di sini

jika sudah siap mengikuti Evaluasi. klik disini



SELAMAT BELAJAR. TUHAN MEMBERKATI





Penilaian Materi Memperjuangkan Keadilan dan Kejujuran

 

Evaluasi Penilaian pengetahuan dan Sikap

1. Sikap apa yang harus kalian miliki Atas ajaran Gereja mengenai   keadilan dan kejujuran? 
2. Jelaskan arti keadilan menurut pemahaman kristiani!
3. Jelaskan arti kejujuran menurut pandangan kristiani!
4. Berikan contoh-contoh bentuk ketidakadilan dalam masyarakat!
5. Mengapa ketidakjujuran berarti mendustai Allah dan sesama? 
6. Tuliskan sikap jujur dalam hidup sehari-hari sebagai orang Kristiani yang dapat kamu lakukan!
7. Berdasarkan kisah Ananias, Apa akibat dari perbuatan tidak jujur mereka?

Silahkan di kumpulkan melaui WA atau Google Form


Penilaian keterampilan

  • Silahkan buat kliping
  • Mengumpulkan berita, baik di media cetak dan elektronik mengenai prakrik ketidakjujuran dan ketidakadilan yang terjadi di Indonesia.
  • Kumpulkan paling tidak 5 berita.
  • Bagi yang berlangganan koran, bica cari berita di koran
  • Bisa juga cari berita online. Discreenshoot kemudian di jadikan satu.
  • Kalau berita bisa atau memungkan untuk dicetak, silahkan. 
  • Boleh juga, ditulis saja judul beritanya dan dikutip dari media apa

Silahkan di kumpulkan melaui WA atau Google Form

jika belum jelas silahkan baca ulang materi pembelajaran klik disini
atau rangkuman materi klik di sini



Tuesday, January 5, 2021

Download prota prosem Pendidikan Agama Katolik semester 2

 


Salam Sehat saudara saudariku para guru  Pendidikan Agama Katolik, salah satu administrasi yang harus di penuhi seorang guru dalah adanya program tahunan dan semester. untuk SMP Kelas 8 kurang lebih prota dan prosemnya sebagai berikut:








sedangkan untuk RPP semester 2 untuk kelas 8



prota dan prosem serta RPP dapat diunduh secara gratis di chanel DMC YOS SUDARSO 


SEMOGA MEMBANTU, Tuhan Memberkati

Monday, January 4, 2021

Materi pokok Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas Sembilan semester 2

 Materi pokok Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas Sembilan semester 2

Berdasarkan kurikulum yanng disederhanakan, untuk semester 2 ada 7 materi pokok yang akan dibahas. materi pokok tersebut adalah:

1. Mengembangkan Keadilan dan Kejujuran

2. Mencintai Alam sebagai bagian Hidup Manusia

3. Sikap Gereja Katolik terhadap Agama dan Kepercayaan lain.

4. Kebersamaan itu Indah

5. Cita-cita demi Menggapai Masa Depan

6. Sakramen Perkawinan

7. Sakramen Tahbisan


nah, Delapan Materi pokok tersebut akan di peajaran dalam semester ke dua ini.

adapun Kompetensi Dasar yang akan dikuasai oleh siswa untuk semester 2 adalah:

1.4. Bersyukur pada Allah atas ajaranNya tentang  kejujuran dan keadilan 

2.4. Jujur dan adil dalam bertindak

3.4. Memahami ajaran Gereja tentang kejujuran dan keadilan 

4.4. Melakukan aktivitas (misalnya membuat motto/ menuliskan refleksi/ menyusun doa/ membuat kliping) yang berkaitan dengan kejujuran dan keadilan.

Kompetensi dasar ini akan tertuang dalam Satu Materi Pokok, yaitu:

1. Mengembangkan Keadilan dan Kejujuran

Kompetensi Dasar berikutnya adalah:

1.5. Bersyukur atas  keutuhan alam ciptaan 

2.5. Peduli dan Bertanggung jawab untuk memelihara keutuhan alam ciptaan.

3.5. Memahami sikap dan pandangan Gereja atas berbagai keprihatinan tentang keutuhan alam ciptaan dan usaha yang dilakukan.

4.5. Melakukan aktivitas (misaalnya menanam pohon/ membuat biopori/ membuat motto/ menuliskan refleksi) yang berkaitan dengan keutuhan alam ciptaan.

untuk kompetensi dasar ini akan termuat dalam Satu Materi Pokok, Yaitu: 

2. Mencintai Alam sebagai bagian Hidup Manusia


Sedangkan untuk Kompetensi Dasar:

1.6. Bersyukur atas  persaudaraan sejati dengan penganut agama dan kepercayaan  lain

2.6. Toleransi terhadap penganut agama dan kepercayaan lain

3.6. Memahami  ajaran Gereja tentang persaudaraan sejati dengan penganut agama dan kepercayaan  lain

4.6.Melakukan aktivitas( misalnya berkunjung ke rumah ibadah agama lain/ menuliskan refleksi/ melakukan wawancara pada tokoh agama) yang berkaitan dengan persaudaraan sejati dengan penganut agama dan kepercayaan  lain

akan menjadi landasan untuk Dua materi pokok, yaitu:

3. Sikap Gereja Katolik terhadap Agama dan Kepercayaan lain.

4. Kebersamaan itu Indah


Sementara Itu untuk Kompetensi Dasar:

1.7.Bersyukur atas Sakramen Perkawinan dan Sakramen Imamat

2.7. Peduli pada Sakramen Perkawinan dan Sakramen Imamat sebagai panggilan hidup

3.7.Memahami Sakramen Perkawinan dan Sakramen imamat sebagai panggilan hidup

4.7.Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa untuk imam/ menuliskan refleksi/ melakukan wawancara) yang berkaitan dengan sakramen perkawinan dan sakramen imamat

akan menjadi dasar untuk pembahasan Materi Pokok:

5. Cita-cita demi Menggapai Masa Depan

6. Sakramen Perkawinan

7. Sakramen Tahbisan


demikian untuk dipesiapkan oleh para siswa agar bisa melalui semester ke dua ini dengan baik. 

untuk video materi pembelajaran Agama Katolik bisa diakses di Chanel Youtube DMC Yos Sudarso dan juga bisa dibaca di buku Elektronik Pendidikan Agama Katolik dan budi pekerti.


bagi yang kesulitan untuk mengkases video pembelajaran. tetap bisa belajar melaui blog ini. pakatolik.blogspot.com


Selamat Belajar. Tuhan memberkati

Materi pokok Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 8 semester 2

Materi pokok Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 8 semester 2

Berdasarkan kurikulum yanng disederhanakan, untuk semester 2 ada Delapan materi pokok yang akan dibahas. materu pokok tersebut adalah:

1. Yesus mengutus Roh Kudus

2. Roh Kudus memberi daya kekuatan

3. Gereja sebagai Paguyuban

4. Pelayanan gereja sebagai paguyuban

5. Gereja sebagai tanda dan sarana Keselamatan manusia

6. Sakramen Inisiasi

7. Sakramen Tobat

8. Sakramen Pengurapan Orang Sakit


nah, Delapan Materi pokok tersebut akan di peajaran dalam semester ke dua ini.

adapun Kompetensi Dasar yang akan dikuasai oleh siswa untuk semester 2 adalah:

1.4  percaya akan Roh Kudus sebagai daya hidup Gereja

2.4 santun dalam kehidupan menggereja sebagai wujud karya Roh Kudus

3.4 memahami peran Roh Kudus pada gereja perdana dan gereja masa kini

4.4  melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa/ puisi/ membuat refleksi/ibadat) yang berkaitan dengan peran Roh Kudus pada Gereja Perdana dan Gereja masa kini


Kompetensi dasar ini akan tertuang dalam Dua Materi Pokok, yaitu:

1. Yesus mengutus Roh Kudus

2. Roh Kudus memberi daya kekuatan

Kompetensi Dasar berikutnya adalah:

1.5 bersyukur atas pelayanan Gereja sebagai persekutuan yang menjadi tanda dan sarana keselamatan bagi semua orang

2.5 peduli mewujudkan pelayanan Gereja sebagai tanda dan sarana keselamatan bagi semua orang

3.5 memahami makna gereja sebagai paguyuban yang melayani umat beriman sebagai tanda dan sarana keselamatan bagi semua orang

4.5 melakukan aktivitas (misalnya aksi sosial/mengikuti kegiatan lingkungan/menyumbang dana/menyusun doa) untuk mewujudkan Gereja sebagai persekutuan yang menjadi tanda dan sarana keselamatan bagi semua orang

untuk kompetensi dasar ini akan termuat dalam Tiga Materi Pokok, Yaitu: 

3. Gereja sebagai Paguyuban

4. Pelayanan gereja sebagai paguyuban

5. Gereja sebagai tanda dan sarana Keselamatan manusia


Sedangkan untuk Kompetensi Dasar:

1.6 bersyukur atas sakramen inisiasi dalam hidup menggereja

2.6 bertanggung jawab atas panggilan dan perutusan anggota Gereja sebagai konsekuensi menerima sakramen inisiasi

3.6 memahami ajaran gereja tentang makna dan konsekuensi sakramen inisisasi dalam hidup menggereja

4.6 melakukan aktivitas (misalnya mempraktikkan/ mendramatisasikan/membuat produk) yang berkaitan dengan tata cara penerimaan sakramen inisiasi

akan menjadi landasan untuk materi pokok yang ke Enam, yaitu:

6. Sakramen Inisiasi

Sementara Itu untuk Kompetensi Dasar:

1.7 bersyukur atas sakramen tobat dan sakramen pengurapan orang sakit sebagai tanda dan sara penyelamatan orang berdosa dan orang sakit

2.7 bersikap peduli pada orang yang bertobat dan orang yang sakit 

3.7 Memahami Gereja sebagai tanda dan sarana penyelamatan bagi orang berdosa dan orang sakit melalui sakramen Tobat dan sakramen Pengurapan orang sakit 

4.7 melakukan aktivitas (misalnya mengunjungi/ mendoakan/ menyusun doa) yang berkaitan dengan orang yang bertobat dan orang yang sakit

akan menjadi dasar untuk pembahasan Materi Pokok:

7. Sakramen Tobat

8. Sakramen Pengurapan Orang Sakit


demikian untuk dipesiapkan oleh para siswa agar bisa melalui semester ke dua ini dengan baik. 

untuk video materi pembelajaran Agama Katolik bisa diakses di Chanel Youtube DMC Yos Sudarso dan juga bisa dibaca di buku Elektronik Pendidikan Agama Katolik dan budi pekerti.


bagi yang kesulitan untuk mengkases video pembelajaran. tetap bisa belajar melaui blog ini. pakatolik.blogspot.com


Selamat Belajar. Tuhan memberkati

Materi pokok Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 7 semester 2

Materi pokok Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 7 semester 2


berdasarkan kurikulum yanng disederhanakan, untuk semester 2 ada 6 materi pokok yang akan dibahas. materu pokok tersebut adalah:

1. Yesus Sang Pendoa

2. Yesus Yang Berbelas Kasih

3. Yesus Sang Pengampun

4. Kebebasan Anak-Anak Allah

5. Sabda Bahagia

6. Kasih Yang Tak Membedakan


keenam materi pokok tersebut akan di peajaran dalam semester ke dua ini.
adapun Kompetensi Dasar yang akan dikuasai oleh siswa untuk semester 2 adalah:

1.6 Beriman akan Yesus yang telah mengajarkan kita sifat dan sikap  yang baik.
2.6. Percaya diri  dalam meneladani berbagai sifat dan sikap Yesus Kristus
3.6 Memahami  berbagai sifat dan sikap Yesus Kristus yang patut diteladani.
4.6 Merencanakan aktivitas/ kegiatan sebagai perwujudan meneladan berbagai sifat dan sikap Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi dasar ini akan tertuang dalam Tiga Materi Pokok, yaitu:
1. Yesus Sang Pendoa
2. Yesus Yang Berbelas Kasih
3. Yesus Sang Pengampun

sementara untuk Kompetensi Dasar:

1.7 Beriman akan Yesus yang memperjuangkan nilai-nilai Kerajaan Allah.
2.7 Disiplin dan percaya diri dalam mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diperjuangan Yesus Kristus
3.6 Memahami  nilai-nilai Kerajaan Allah demi pengembangan hidup bersama.
4.6 Melakukan aktivitas (misalnya Menemukan dan menuliskan ayat-ayat Kitab Suci/ menghias ayat Kitab Suci/ membuat motto)  yang berhubungan dengan nilai-nilai Kerajaan Allah demi hidup bersama yang lebih baik

akan menjadi dasar atas tema pokok:
4. Kebebasan Anak-Anak Allah
5. Sabda Bahagia
6. Kasih Yang Tak Membedakan

demikian untuk dipesiapkan oleh para siswa agar bisa melalui semester ke dua ini dengan baik. 
untuk video materi pembelajaran Agama Katolik bisa diakses di Chanel Youtube DMC Yos Sudarso dan juga bisa dibaca di buku Elektronik Pendidikan Agama Katolik dan budi pekerti.

bagi yang kesulitan untuk mengkases video pembelajaran. tetap bisa belajar melaui blog ini. pakatolik.blogspot.com

Selamat Belajar. Tuhan memberkati
 


Monday, December 28, 2020

Kesimpulan pembelajaran materi mengembangkan keadilan dan kejujuran

Kesimpulan dari pembelajaran materi mengembangkan keadilan dan kejujuran:

a. Menurut iman Kristiani, keadilan berarti memberikan kepada orang lain apa yang menjadi haknya. Keadilan berkaitan dengan keseimbangan antara hak dan kewajiban setiap orang di dalam masyarakat. Raja Salomo mengambil keputusan yang adil dengan dilandasi kebijaksanaan. Salomo memberikan bayi kepada orang yang berhak memilikinya yaitu ibu dari bayi tersebut. 

b. Sebagai remaja, bagaimana usaha yang dapat dilakukan untuk mengusahakan keadilan di dalam lingkungan atau di sekolah? Usaha yang dapat dilakukan antara lain: 

  1.  Mencoba untuk berteman dengan semua orang tanpa membedakan. 
  2.  Menghargai karya dari orang lain. 
  3.  Menghargai hak setiap orang.
  4.  Tidak merampas milik orang lain. 
  5.  Memberikan bantuan langsung pada orang-orang yang mengalami ketidakadilan. 
  6.  Membagikan barang atau materi yang kita miliki kepada mereka yang membutuhkan, dan lain sebagainya. 
c. Menurut Kitab Suci, ketidakjujuran akan membawa akibat yang sangat fatal dan bahkan kematian (lih.  Kis 5: 5). Ketidakjujuran Ananias dan istrinya membawa akibat yang sangat fatal, yaitu kematian. Dari kisah tersebut, kita dapat belajar bahwa ketidakkjujuran bukan hanya mendustai diri sendiri dan orang lain, tetap juga mendustai Allah (lih. Kis 5: 4). Sikap tidak jujur merusak hubungan dengan orang lain dan dengan Allah. Orang yang tidak jujur berarti telah dirasuki oleh iblis. Ia tidak melaksanakan kehendak Allah, melainkan kemauan iblis. 

d. Tuntutan untuk hidup dalam kebenaran juga disampaikan Yesus. Di dalam Khotbah di Bukit, Yesus menuntut para murid-Nya untuk senantiasa berani bertindak jujur, “Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak kamu katakan tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat.” (Mat 5: 37). Yesus menuntut setiap orang untuk setia dan bertindak jujur.



jika sudah memahami materi silahkan kerjakan penilaian klik di sini

jika belum menguasai silahkan banca kembali materi klik disini

Mengembangkan Keadilan dan Kejujuran - Materi Pend. Agama Katolik kelas 9 semester 2

Keadilan dan kejujuran, merupakan dua hal yang sangat mudah untuk diucapkan tetapi sulit untuk dilakukan. Apalagi pada zaman sekarang hampir setiap hari kita disuguhi berita tentang korupsi, baik dari media elektronik maupun media cetak. Ketika mereka sudah tertangkap tangan menerima uang suap pun tersangka masih mencoba mengelak dengan berbagai macam cara. Maka rasanya sangat sulit kita menemukan tokoh-tokoh publik yang mampu berbuat adil dan jujur karena untuk mewujudkan keduanya membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk mewujudkan keadilan dan kejujuran dalam hidup kita sehari-hari meskipun sulit. 

1. Memperjuangkan Keadilan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian adil adalah sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak pada yang benar,berpegang pada kebenaran, sepatutnya, tidak sewenang-wenang. Dalam kehidupan sosial di sekolah maupun di tengah masyarakat setiap orang ingin diperlakukan secara adil. Namun tidak jarang setiap orang punya konsep dan pengertian adil yang berbeda-beda. Adil diartikan suatu keputusan atau tindakan sejauh menguntungkan dirinya. Maka apabila keputusan atau tindakan tersebut tidak sesuai dengan keinginannya atau merugikan diri dan kelompoknya maka hal itu akan dianggap tidak adil. Ada pula yang mengartikan keadilan dengan pembagian yang “sama rata atau sama rasa”. Apabila keadilan dimaknai seperti itu akan mengaburkan makna keadilan yang sesungguhnya. Dan yang terjadi justru ketidakadilan. 

Ada berbagai contoh ketidakadilan dalam kehidupan sehari-hari: 

a. Ketidakadilan gender
Menilai seseorang dari jenis kelaminnya. Misalnya kehadiran seorang anak laki-laki diharapkan dapat melanjutkan garis keturunan keluarga, maka kelahiran anak laki-laki lebih diharapkan daripada kehadiran anak perempuan. Demikian juga dalam dunia kerja, tenaga laki-laki lebih dihargai bukan karena kemampuannya tetapi karena jenis kelaminnya. 

b. Ketidakadilan dalam bidang politik 
Misalnya, para penguasa bertindak sewenang-wenang dalam menjalankan kekuasaannya. Membuat aturan yang menguntungkan dirinya sendiri maupun kelompoknya dengan mengorbankan kepentingan rakyat. 

c. Ketidakadilan dalam bidang hukum
Sering kita saksikan di televisi para koruptor yang mencuri uang rakyat dan negara dengan jumlah yang sangat besar diperlakukan bagai seorang aktor, yang dapat tampil dengan senyum memakai pakaian yang mahal dan rapi. Bandingkan dengan seorang pencuri kelas teri, tampil seperti seorang pesakitan dengan pakaian yang lusuh dan badan babak belur. Hukum kadang tidak berpihak pada rakyat kecil, orang kaya dengan uangnya dapat membolak-balikkan hukum sesuai dengan keinginannya. Bayangkan jika seorang pencuri satu buah semangka harus diancam hukuman 5 tahun (http://Surabaya.detik.com), sedangkan seorang isteri aparat menggelapkan uang miliaran rupiah diganjar hukuman 10 bulan (Meteor, Jogja. Jumat, 19 Maret 2010). Adilkah itu? Masih sering kita dengar pula hak-hak orang miskin dan terpinggirkan dirampas begitu saja, namun orang yang punya kuasa dan jabatan sekali pun melakukan kesalahan besar dilindungi dan dibebaskan dari hukuman. 

d. Ketidakadilan dalam bidang ekonomi 
Para buruh diperlakukan seperti budak, tenaganya dieksploitasi dengan kompensasi upah yang rendah, komersialisasi para TKI dan TKW, sehingga terjadilah jurang yang cukup dalam antara si kaya dan si miskin. Pembangunan belum merata, hasilnya baru dinikmati oleh mereka yang bermodal kuat sehingga mereka akan semakin kaya, sedangkan yang miskin hanya menjadi penonton dan hidupnya semakin terpuruk dalam jurang kemiskinan. Bentuk-bentuk ketidakadilan semacam itu terjadi karena keserakahan manusia dan ditunjang oleh struktur di dalam masyarakat yang menguntungkan para pemodal dan orang-orang kaya. Sehingga, mereka yang miskin akan semakin terpuruk dalam ketidakberdayaan dari berbagai bidang kehidupan, sosial, ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya. 

Bagaimana pandangan Kristiani tentang keadilan? Menurut iman Kristiani, keadilan berarti memberikan kepada orang lain apa yang menjadi haknya. Keadilan berkaitan dengan keseimbangan antara hak dan kewajiban setiap orang di dalam masyarakat. Keadilan tidak lepas dari tanggung jawab kita untuk bertindak terhadap orangorang lain dengan cara yang dapat menjamin setiap orang menerima apa yang perlu untuk keberadaan hidup mereka. Oleh karena itu, di dalam iman Kristiani tindakan keadilan selalu dihubungkan dengan kebijaksanaan ( bdk. 1Raj 3: 16-28). 

Sebagai orang Kristiani, kita seharusnya memahami tentang keadilan yang sebenarnya, yaitu bersikap adil tanpa melihat siapa, kapan, dari mana, kedudukan, maupun kaya atau miskin, karena Allah memberikan keadilan apa adanya. 

Perjuangan menegakkan keadilan secara konkret dapat kita lakukan,misalnya dengan bertindak tanpa diskriminasi, tidak merampas milik orang lain (puas dengan apa yang kita miliki), bantuan langsung pada orang-orang yang mengalami ketidakadilan, atau membagikan barang yang kita punyai kepada mereka yang membutuhkan. 

Perjuangan melawan ketidakadilan merupakan tuntutan iman Kristiani, yakni membangun hubungan yang konstruktif dan membebaskan semua orang. Dengan cara inilah, hidup yang tenteram dan damai dapat kita rasakan karena semua orang mengalami perlakuan adil. 

Bagaimana usaha yang dapat kita lakukan untuk mengusahakan keadilan di dalam lingkungan atau di sekolah kita? Usaha yang dapat kita lakukan antara lain: 
1) Mencoba untuk berteman dengan semua orang tanpa membedakan.
2) Menghargai karya dari orang lain. 
3) Menghargai hak setiap orang. 
4) Tidak merampas milik orang lain. 
5) Memberikan bantuan langsung pada orang-orang yang mengalami ketidakadilan. 
6) Membagikan barang atau materi yang kita miliki kepada mereka yang membutuhkan, dan lain sebagainya. 

2. Memperjuangkan Kejujuran 

 Jujur dapat diartikan tidak berbohong, mengatakan seperti apa adanya, serta menyatakan sesuatu sesuai dengan kebenaran. Setiap orang harus berani memperjuangkan kejujuran seperti yang dikehendaki oleh Allah sendiri. Hal ini sesuai dengan Perintah Allah yang ke-8. “Jangan bersaksi dusta terhadap sesama manusia.” 
Dari kodratnya manusia itu mencari kebenaran. Ia berkewajiban untuk menghormatinya dan memberikan kesaksian: “Menurut martabat mereka, semua orang justru sebagai pribadi, artinya berakal budi dan berkehendak bebas, oleh karena itu mengemban tanggung jawab pribadi - berdasarkan kodrat mereka sendiri terdorong, dan karena kewajiban moral terikat untuk mencari kebenaran, terutama yang menyangkut agama. Mereka wajib juga berpegang pada kebenaran yang mereka kenal, dan mengatur seluruh hidup mereka menurut tuntutan kebenaran” (DH 2). 

Kebenaran dalam arti bertindak dan berbicara secara jujur berarti kejujuran, ketulusan hati atau sikap berterus terang. Kebajikan ketulusan hati atau kejujuran menuntut bahwa orang nyata sebagai benar dalam perbuatannya, mengatakan kebenaran dalam katakatanya dan menjauhkan diri dari lidah bercabang, kepura-puraan, penipuan dan kemunafikan. “Manusia tidak dapat hidup bersama dalam suatu masyarakat, kalau mereka tidak saling mempercayai, sebagai orang yang menyatakan kebenaran satu kepada yang lain.” Kebajikan kejujuran memberi kepada orang lain apa yang menjadi haknya. Ia mempertahankan jalan tengah antara apa yang harus dikatakan dan rahasia yang harus dipegang. Untuk itu diperlukan kejujuran dan sikap memegang rahasia. “Seseorang berkewajiban menyampaikan kebenaran kepada orang lain demi kejujuran” (Bdk. Katekismus Gereja Katolik 2467-2469). 

Sebagai orang beriman Kristiani, kita perlu menyadari bahwa perkataan atau sikap jujur harus terus diperjuangkan karena menyangkut kualitas hidup beriman seseorang. Sikap jujur merupakan sikap yang dikehendaki Allah sendiri. Dengan bersikap jujur kita akan merasa bahagia, sebab kita telah menyatakan kebenaran yang berkenan kepada Allah, “Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya Tuhan; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai” (Mzm. 5:13). 

Namun dalam kenyataan sehari-hari, sebagai remaja terkadang kita lebih senang melakukan perbuatan tidak jujur sebagai jalan pintas untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Seperti kebiasaan encontek di kalangan remaja pada saat ulangan ataupun saat menghadapi ujian, demi memperoleh nilai yang baik. Kadangkadang dengan penuh kebanggaan mereka saling bercerita tentang caranya mencontek supaya tidak ketahuan oleh gurunya. Hal ini mengundang keprihatinan kita bersama, bagaimana mungkin mereka bisa bangga melakukan perbuatan tidak jujur? Apakah mereka tidak sadar bahwa ketidakjujuran dapat menciderai perjuangan mereka dalam meraih cita-cita? Menurut Kitab Suci, ketidakjujuran akan membawa akibat yang sangat fatal dan bahkan kematian (lih. Kis 5: 5). 

Ananias melakukan tindakan tidak jujur dengan harta miliknya. Bukankah sebelum dijual tanah itu menjadi miliknya? Dan bukankah setelah dijual,hasilnya juga menjadi miliknya? Mengapa harus berdusta, dengan menahan sebagian dari miliknya untuk kepentingannya sendiri? Ketidakjujuran Ananias dan istrinya membawa akibat yang sangat fatal, yaitu kematian. Dari kisah tersebut, kita dapat belajar bahwa ketidakkjujuran bukan hanya mendustai diri sendiri dan orang lain, tetap juga mendustai Allah (lih. Kis 5: 4). 

Sikap tidak jujur merusak hubungan dengan orang lain dan Allah. Orang yang tidak jujur berarti telah dirasuki oleh iblis. Ia tidak melaksanakan kehendak Allah, melainkan kemauan iblis. Tindakan ananias dan Safira yang dikisahkan dalam teks kiss 5:1-11 merupakan contoh konkret orang yang mudah mengikuti bujukan setan sehingga mereka sepakat berbuat tidak jujur. Dusta Ananias dan safira menyangkut Roh Allah sendiri atau menghujat Roh Allah. 

Tindakan mendustai Allah ini tidak terampuni. Orang tersebut menjadi tidak berpengharapan lagi. Ia menjadi manusia yang mati. Tuntutan untuk hidup dalam kebenaran juga disampaikan Yesus.Di dalam Kotbah di Bukit, Yesus menuntut para murid-Nya untuk senantiasa berani bertindak jujur, “Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak kamu katakan tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Mat 5: 37). 

Yesus menuntut setiap orang untuk setia dan bertindak jujur. Yesus sendiri memberi teladan dalam bertindak jujur dengan senantiasa menyatakan kebenaran. Bahkan, seluruh hidup Yesus adalah pernyataan kebenaran.

catataan: 
Perikop kitab suci yang dipakai: 

silahkan baca rangkuman materi

jika sudah paham silahkan kerjakan evaluasi/penilaian

Saturday, March 16, 2013

power point Materi Syukur atas hidup

Pendidikan Agama Katolik SMP
Kelas 7, Materi Syukur atas Hudup



Sebagai bahan penunjang pengajaran, power point menjadi sangat penting. berikut ini merupakan bahan power point yang siap digunakan untuk pengajaran di kelas. file ini dalam bentuk flash (swf) jika mau di download, slahkan gunakan swf downloader. googling saja. semoga bermanfaat. Tuhan memberkati.

------------------------------------- -------------------------------------


Jika ingin melihat lebih besar, klik di sini

Friday, March 15, 2013

Soal Ujian Akhir sekolah Pendidikan Agama Katolik SMP

Soal Latihan Ujian Akhir sekolah Pendidikan Agama Katolik


Kerjakanlah soal Latihan berikut dengan teliti. ingat! saol dalam bentuk Flash, so harus loading dulu. materi dalam latihan ini sudah sesuai dengan kisi-kisi Ujian Akhir Sekolah Pendidikan Agama Katolik SMP. Selamat mengerjakan. Tuhan Memberkati. 

please wait the test is loading...
 -----------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------
Klik Disini untuk melihat test lebih besar
Download test ini? klik di sini 

Wednesday, February 6, 2013

Pendidikan Agama Katolik SMP - Materi YESUS BERBELAS KASIH


YESUS BERBELAS KASIH

Pada zaman sekarang ini, semakin banyak kita jumpai orang-orang yang terpinggirkan, miskin, menderita dan tidak diperhatikan oleh orang lain. Orang-orang semacam itu sangat membutuhkan uluran kasih dari orang yang lain yang hidupnya lebih baik dari pada mereka. Dengan menerima kasih dari orang lain, mereka merasa mendapat perhatian dan dukungan dari sesamanya untuk lebih memperjuangkan hidup yang baik. Sudah banyak memang orang yang peduli pada sesamanya yang menderita, namun demikian masih banyak pula orang yang tidak peduli. Belas kasih bukan terutama terletak pada besar kecilnya bantuan, namun yang penting dalam sikap belas kasih adalah sikap bela rasa, merasakan penderitaan orang lain sebagai penderitaannya sendiri. Biasanya orang mau melakukan perhatian kepada orang yang menderita pertama-tama sering karena tersentuh hatinya oleh belas kasihan atas penderitaan orang itu.

Yesus hidup dalam situasi dimana banyak masyarakat miskin yang diperlakukan tidak adil, tersingkirkan dan menderita lahir dan batin. Menghadapi kondisi semacam itu, Yesus terpanggil untuk berbelarasa. Yesus menunjukkan bela rasa dan kepedulian serta belas kasih-Nya kepada mereka dengan cara: menyapa mereka, hidup ditengah-tengah mereka, mengalami suka duka hidup mereka. Yesus tidak membantu secara material, tetapi Ia hadir dan menyapa mereka, Ia berpihak kepada mereka, Ia adalah pribadi yang selalu melakukan tindakan belas kasih pada sesama-Nya yang menderita. Tindakan Yesus ini antara lain tampak dalam peristiwa mukjizat ketika membangkitkan seorang pemuda di kota Nain. (Luk 7: 11-17) Melalui sikap dan tindakan-Nya, Yesus ingin menyatakan cinta Allah kepada semua manusia tanpa kecuali. Kasih Yesus sungguh menguatkan dan meneguhkan orang lain, sehingga pada akhirnya orang yang menderita merasa diselamatkan dan memuliakan Allah.
Tindakan Yesus yang menunjukkan sikap berbelas kasih yang lainnya tampak dalam perbuatan:
a)    menyelamatkan wanita yang tertangkap basah berzinah,
b)   menyembuhkan orang sakit kusta,
c)    menyembuhkan orang buta, dan sebagainya. Yesus melakukan semua perbuatan kasih itu bukan demi mencari pengikut yang banyak, bukan pula demi popularitas, namun semua itu dilakukan demi pembebasan orang yang dikasihi-Nya, demi kebahagiaan orang yang dikasihi-Nya. 

maafkan aku... ya.. aku maafkan

Kasih yang diberikan Yesus tertuju pada semua orang, bagi mereka yang menderita, juga bagi mereka yang bersalah kepada-Nya. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan baik terhadap diri sendiri, terhadap orang lain maupun terhadap Tuhan. Namun demikian tidak semua orang bila melakukan kesalahan cepat-cepat untuk meminta maaf atas kesalahannya. Demikian pula tidak semua orang yang mau dengan senang hati untuk memaafkan atau memberi pengampunan kepada orang yang bersalah dan berusaha meminta maaf atau mohon pengampunan padanya, apa lagi jika dirasa bahwa kesalahannya sungguh terlalu berat dan menyakitkan hati.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan orang sulit untuk memaafkan atau juga orang sulit untuk meminta maaf atas kesalahannya, yaitu antara lain:
a)    karena keinginan untuk mempertahankan “harga diri” atau wibawa,
b)   karena gengsi,
c)    karena sikap egois dan mau menang sendiri.

Ketidakmampuan memaafkan atau mengampuni dapat mengakibatkan:
a)    menumbuhkan rasa dendam, yang sesungguhnya dapat merugikan diri sendiri,
b)   orang yang bersalah pada akhirnya menanggung rasa bersalah secara berkepanjangan,
c)    tumbuhnya permusuhan dan kebencian.

Kekurangjujuran atau ketidakberanian mengakui kesalahan dapat menjadikan hati nurani tumpul yang mengakibatkan kesalahan apapun dianggap biasa, akhirnya lama kelamaan kesalahan besarpun termasuk yang merugikan orang lain akan dianggap biasa pula. Meminta maaf atau memberi pengampunan, sesungguhnya dapat menguntungkan, baik bagi yang bersalah maupun bagi orang yang telah dirugikan. Dengan mau mengampuni, ataupun mau meminta maaf, akan dapat menjadikan hati kita tenang, tenteram, damai, jauh dari segala permusuhan dan dendam, bahkan dengan memaafkan atau meminta maaf, hubungan kita dengan sesama dan dengan Tuhan akan tetap terjalin dengan harmonis dan menyenangkan.
Yesus adalah pribadi yang selalu hadir dengan kasih-Nya yang tidak terbatas. Yesus mengasihi orang lain tanpa membedakan dan kasih-Nya tertuju kepada siapapun termasuk kepada kaum pendosa. Kepada setiap pendosa yang bertobat, Yesus selalu membukakan pintu maaf dan pengampunan, bahkan Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk selalu mengampuni tanpa batas, seperti diungkapkan dalam Matius 18: 21-22  yaitu mengampuni bukan hanya sampai tujuh kali tetapi tujuh puluh kali tujuh kali. Dalam Yohanes 8: 2-11, Yesus telah mengajarkan kepada orang-orang dizaman-Nya bahwa setiap orang tidak ada yang sempurna. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dan untuk itu setiap orang diharapkan tidak cepat-cepat melakukan penghakiman kepada sesamanya. Kepada perempuan yang berdosa, Yesus tidak bersikap mengadili, tetapi memberi kesempatan kepada perempuan tersebut untuk berubah dan tidak melakukan dosa lagi. Pewartaan Yesus yang tidak hanya dalam kata-kata tetapi terlebih dalam keteladanan hidup-Nya inilah yang hendaknya kita teladani dengan mengasihi orang lain tanpa batas dan berusaha untuk membarikan pengampunan pada orang yang bersalah serta berusaha untuk secepatnya memohon maaf jika kita sendiri telah melakukan suatu kesalahan.


Kutipan Kitab suci yang dipakai:  YESUS MEMBANGKITKAN ANAK MUDA DI NAIN(Luk 7: 11-17); PEREMPUAN YANG BERZINAH (Yohanes 8: 2-11)

Secara singkat Pelajaran materi YESUS BERBELAS KASIH dapat di lihat dalam rangkuman. Rangkuman Pelajaran Klik di sini

Setelah Memahami pelajaran materi YESUS BERBELAS KASIH silahkan kerjakan evaluasi.Evaluasi Pelajaran ini Klikdi sini

Materi HIDUP BERSAMA ORANG LAIN


HIDUP BERSAMA ORANG LAIN

Setiap orang selalu saling membutuhkan satu dengan yang lain untuk dapat berkembang secara lebih baik dan maksimal.  Kita membutuhkan orang lain dan orang lain juga membutuhkan kita. Orang lain yang dimaksud disini antara lain: orang tua, saudara sekandung, teman, guru dan sebagainya. Itulah sebabnya dikatakan bahwa manusia itu mahluk sosial. Manusia sejak diciptakan mempunyai ketergantungan kepada sesama. Sikap saling ketergantungan ini mengandaikan bahwa setiap orang menyadari kehadiran sesamanya dan memperlakukan mereka sebagaimana mestinya.
Karena sifat ketergantungan dan saling membutuhkan, maka sudah seharusnya manusia saling bekerjasama agar tercipta suasana kehidupan bersama yang baik dan lancar, serta memungkinkan setiap pribadi dapat mengembangkan dirinya secara utuh. Kerjasama akan berjalan dengan baik dan lancar bila ada saling pengertian antar pribadi. Setiap orang harus berusaha memahami keinginan orang lain dan tidak memaksakan kehendaknya sendiri. Sikap-sikap seperti tersebut merupakan sikap-sikap yang dapat mendukung perkembangan setiap orang. Namun demikian ada pula beberapa faktor yang dapat merusak kehidupan bersama, antara lain faktor ketidakjujuran, egoisme/ mementingkan diri sendiri, sikap tidak peduli terhadap orang lain, sikap acuh tak acuh dalam hidup bersama, sikap sombong, sikap tidak adil dan sebagainya. Untuk mencapai hidup bersama yang selaras dibutuhkan suatu asas hidup bersama, baik yang berbentuk aturan adat, aturan kelompok, hukum dan perundang-undangan, serta hukum agama.

Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, Yesus memperlihatkan bahwa asas hidup bersama yang dimaksud diatas bukan hanya sekedar etiket pergaulan. “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Mat 7: 12). Sikap hidup yang adil, jujur, dan tidak egois merupakan prasyarat yang harus dijunjung tinggi dalam hidup bersama. Yesus masih menunjukkan lagi unsur lain yang jauh lebih penting dan utama dalam asas hidup bersama, yaitu relasi antar manusia harus dilandasi dengan sikap kasih. (Mat 22: 34-40). Unsur penting itulah yang seharusnya mendorong semua orang untuk memperlakukan orang lain sebagai pribadi yang berharga dan bermartabat, bukan sekedar pelengkap (Gaudium et Spes, no 29). Asas kasih mengarahkan semua orang untuk dapat mencintai sesama sebagaimana mencintai diri sendiri. Semuanya itu dilakukan sebagai perwujudan dan ungkapan atas kasih yang telah dialami oleh Yesus sendiri dari Allah.
 penjelasan

Yesus dengan kasih-Nya selalu menyerukan persatuan umat manusia, sekalipun berbeda-beda. Sekalipun ada perbedaan dan masalah dalam hidup bersama, mereka diharapkan saling mengasihi dan mengampuni. Dan yang lebih tegas lagi, Yesus mengajak kita untuk berani mengasihi dan mendoakan orang-orang yang memusuhi kita (Mat 5: 43). Hidup bersama akan terjamin bila manusia saling mengasihi satu sama lain, sebab Allah sendiri mencintai semua orang (Mat 5: 45). Allah mencintai dengan cara yang berbeda-beda. Ukuran cinta Tuhan sangatlah berbeda dengan ukuran manusia. Allah mencintai semua orang, yang jahat maupun yang baik. Bagi orang yang baik, Yesus tetap mengasihi dengan harapan agar orang tersebut tidak menjadi sombong dan takabur, melainkan agar orang baik tersebut dapat menjadi semakin baik. Tuhan juga mengasihi orang yang jahat dengan maksud agar orang tersebut mau berubah menjadi baik. Dalam hal ini Yesus memberi kesempatan kepada orang yang jahat itu untuk bertobat dan menjadi orang yang baik.
Bukti bahwa Allah mengasihi semua orang, juga termasuk mengasihi orang yang jahat adalah:
a)    Allah tidak membinasakan Adam dan Hawa setelah mereka berbuat dosa,
b)   Allah tetap melindungi Kain yang telah membunuh Habel adiknya sendiri,
c)    Allah selalu menolong bangsa Israel sekalipun mereka kerap melupakan-Nya, dan sebagainya.
Kepada semua orang yang percaya kepada-Nya, Yesus meminta agar mereka saling mengasihi. Hanya mereka yang mengasihi sesama yang diakui oleh Yesus sebagai murid-Nya. Hanya orang yang mengasihi, yang menjalankan perintah Bapa, dan hanya orang yang mengasihi akan sampai kepada Bapa. Akhirnya hanya apabila manusia saling mengasihi, Kerajaan Allah benar-benar terwujud.
 penjelasan


Kutipan Kitab suci yang dipakai:  JALAN YANG BENAR(Mat 7: 12); HUKUM YANG TERUTAMA (Mat 22: 37-40); GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 29

Secara singkat Pelajaran materi HIDUPBERSAMA ORANG LAIN dapat di lihat dalam rangkuman. Rangkuman Pelajaran Klik di sini

Setelah Memahami pelajaran materi HIDUPBERSAMA ORANG LAIN silahkan kerjakan evaluasi.Evaluasi Pelajaran ini Klik di sini

AKU MEMBANGUN PERSAHABATAN DENGAN ORANG LAIN


AKU MEMBANGUN PERSAHABATAN DENGAN ORANG LAIN
Setiap orang mengalami suatu perkembangan, yang antara seorang dengan yang lain bisa saja berbeda. Termasuk pula perkembangannya dalam pergaulan dan rasa tertarik terhadap lawan jenis. Rasa tertarik terhadap lawan jenis merupakan perkembangan yang normal dalam diri setiap orang. Namun demikian, rasa tertarik terhadap lawan jenis ini perlulah kita tata dan kendalikan secara bertanggung jawab. Ketertarikan  terhadap lawan jenis ini merupakan langkah awal bagi seseorang untuk pada akhirnya sampai pada tahap perkawinan. Ketertarikan terhadap lawan jenis, lama-kelamaan akan berkembang dalam hal yang disebut “pacaran”.
Berpacaran tentunya merupakan hak setiap orang, tetapi setiap orang perlu pula secara bijaksana menentukan saat yang tepat bagi dirinya untuk memulai berpacaran. Dengan kata lain, hendaknya setiap orang tidak dengan gegabah, sebelum waktunya lalu melakukan pacaran, karena dikhawatirkan justru akan menghambat perkembangan dirinya sendiri. Sebab berpacaran yang salah dan tidak bertanggung jawab dapat mendatangkan bencana yang dapat merugikan diri sendiri, pacar, keluarga bahkan masyarakat.
Masa pacaran bertujuan untuk saling mengenal satu sama lain; yaitu untuk mengenal kepribadiannya, segala macam kebiasaannya baik kebiasaan buruk maupun kebiasaan yang baik, mengenal latar belakang keluarganya, latar belakang pendidikan dan sebagainya. Biasanya pada masa pacaran, seseorang “memakai topeng” dalam arti banyak hal yang menyangkut kepribadiannya yang asli ditutup-tutupi supaya tidak mengecewakan pacarnya. Pada masa pacaran, hal-hal yang ditutupi inilah yang hendaknya mampu untuk saling dikenali.
Ada beberapa tahap dalam pergaulan dengan lawan jenis yang pada akhirnya sampai pada jenjang perkawinan, antara lain:
Ø  Tahap I adalah pergaulan biasa, dimana setiap orang bergaul dengan siapa saja tanpa ada perasaan apapun.
Ø  Tahap II Ada kemungkinan berlanjut pada tahap Pacaran atau pada tahap persahabatan. Dalam tahap ini mulailah ada rasa tertarik secara khusus pada lawan jenis (mulai pacaran). Namun demikian ada pula yang mulai bergaul secara khusus sehingga terjalin suatu persahabatan. Bisa jadi seorang sahabat pada akhirnya dapat menjadi pacar atau sebaliknya.
Ø  Tahap III Pertunangan (khusus untuk perkembangan dari tahap berpacaran).  Ketertarikan dan pacaran yang lebih diarahkan menuju jenjang perkawinan.

Pergaulan remaja tidak hanya tertuju untuk berpacaran saja. Namun demikian secara khusus, remaja dapat menjalin pergaulan secara khusus dengan orang-orang tertentu yang bukan untuk berpacaran, inilah yang disebut dengan persahabatan. Manfaat dari persahabatan antara lain: memungkinkan kita untuk mendapat perlindungan dari sahabat, ada yang mau mendengarkan saat mengalami kedukaan, ada orang yang mau mengerti akan dirinya, ada orang yang mau membantu dirinya, ada orang yang mau diajak berbagi suka dan duka dan sebagainya. Persahabatan merupakan pergaulan dengan orang lain yang lebih dalam dan lebih kental dibandingkan dengan pertemanan biasa. Namun demikian, persahabatan yang kental dan mendalam itu dapat pula menjadi retak atau bahkan hancur oleh hal-hal antara lain: ketidakjujuran, egoisme, mencari keuntungan sendiri, tidak setia, sikap pura-pura dan sebagainya.
Iman Kristiani menawarkan prinsip-prinsip persahabatan yang lebih baik dari apa yang sering dipahami oleh remaja. Hal itu dapat direfleksikan dalam persahabatan antara Daud dan Yonathan dalam I Sam 18: 1-4 dan 20: 1-43. Dari kisah tersebut, ada beberapa segi pandang ajaran iman Kristiani tentang persahabatan yaitu:
a)    persahabatan mengandaikan kejujuran dan keterbukaan untuk saling membangun.
b)   persahabatan perlu didasari oleh kebenaran yang tidak dapat dikalahkan oleh ikatan apapun, baik ikatan darah, ikatan fungsional maupun ikatan-ikatan lainnya.
Daud dan Yonathan

Persahabatan yang sejati adalah persahabatan yang sungguh-sungguh berorientasi (tertuju) pada orang yang dikasihinya. Ciri-ciri persahabatan yang sejati adalah:
a)    persahabatan yang memampukan dirinya untuk berbuat tanpa pamrih,
b)   berani meninggalkan dirinya sendiri demi sahabatnya tidak hanya bersama dikala suka,
c)    tetap hadir terutama saat duka menimpa, dan
d)   berani berkorban segalanya demi sahabatnya.

Gambaran sahabat sejati paling nyata ada dalam pribadi Yesus Kristus. Yesus telah membuktikan diri-Nya sebagai sahabat bagi semua orang, terutama mereka yang hidup tanpa harapan, menderita dan dikucilkan. Yesus adalah sahabat yang sejati, sebab Ia berani berkurban untuk sahabat-sahabat-Nya, bahkan Ia menyerahkan nyawa-Nya sendiri demi sahabat-sahabat-Nya. (Lih. Yoh 15: 13-15) Persahabatan sejati tidak dibangun demi kesenangan pribadi dan untuk waktu yang sesaat saja. Persahabatan sejati adalah persahabatan yang dilandasi iman akan Allah yang lebih dahulu mengasihi dan menjadi sahabat manusia (Lih. Sir 6: 5-17).
Persahabatan yang sejati dapat pula akan terpengaruh oleh hal-hal yang buruk seperti halnya persahabatan biasa. Oleh karena itu, persahabatan yang sejati hendaknya selalu kita usahakan untuk dikembangkan dengan cara antara lain:
a)    berusaha mengenal sang sahabat secara mendalam, sehingga dapat sehati sejiwa, memahami harapan, kesulitan, kegembiraan dan kesedihannya agar dapat membantu secara tepat,
b)   refleksi dan berdoa, agar apa saja yang kita lakukan dan dilakukan oleh sahabat dalam persahabatan itu sesuai dengan kehendak Allah.