Theology,Technology, and Philosophy, ENJOY!!

Wednesday, February 6, 2013

Materi HIDUP BERSAMA ORANG LAIN


HIDUP BERSAMA ORANG LAIN

Setiap orang selalu saling membutuhkan satu dengan yang lain untuk dapat berkembang secara lebih baik dan maksimal.  Kita membutuhkan orang lain dan orang lain juga membutuhkan kita. Orang lain yang dimaksud disini antara lain: orang tua, saudara sekandung, teman, guru dan sebagainya. Itulah sebabnya dikatakan bahwa manusia itu mahluk sosial. Manusia sejak diciptakan mempunyai ketergantungan kepada sesama. Sikap saling ketergantungan ini mengandaikan bahwa setiap orang menyadari kehadiran sesamanya dan memperlakukan mereka sebagaimana mestinya.
Karena sifat ketergantungan dan saling membutuhkan, maka sudah seharusnya manusia saling bekerjasama agar tercipta suasana kehidupan bersama yang baik dan lancar, serta memungkinkan setiap pribadi dapat mengembangkan dirinya secara utuh. Kerjasama akan berjalan dengan baik dan lancar bila ada saling pengertian antar pribadi. Setiap orang harus berusaha memahami keinginan orang lain dan tidak memaksakan kehendaknya sendiri. Sikap-sikap seperti tersebut merupakan sikap-sikap yang dapat mendukung perkembangan setiap orang. Namun demikian ada pula beberapa faktor yang dapat merusak kehidupan bersama, antara lain faktor ketidakjujuran, egoisme/ mementingkan diri sendiri, sikap tidak peduli terhadap orang lain, sikap acuh tak acuh dalam hidup bersama, sikap sombong, sikap tidak adil dan sebagainya. Untuk mencapai hidup bersama yang selaras dibutuhkan suatu asas hidup bersama, baik yang berbentuk aturan adat, aturan kelompok, hukum dan perundang-undangan, serta hukum agama.

Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, Yesus memperlihatkan bahwa asas hidup bersama yang dimaksud diatas bukan hanya sekedar etiket pergaulan. “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Mat 7: 12). Sikap hidup yang adil, jujur, dan tidak egois merupakan prasyarat yang harus dijunjung tinggi dalam hidup bersama. Yesus masih menunjukkan lagi unsur lain yang jauh lebih penting dan utama dalam asas hidup bersama, yaitu relasi antar manusia harus dilandasi dengan sikap kasih. (Mat 22: 34-40). Unsur penting itulah yang seharusnya mendorong semua orang untuk memperlakukan orang lain sebagai pribadi yang berharga dan bermartabat, bukan sekedar pelengkap (Gaudium et Spes, no 29). Asas kasih mengarahkan semua orang untuk dapat mencintai sesama sebagaimana mencintai diri sendiri. Semuanya itu dilakukan sebagai perwujudan dan ungkapan atas kasih yang telah dialami oleh Yesus sendiri dari Allah.
 penjelasan

Yesus dengan kasih-Nya selalu menyerukan persatuan umat manusia, sekalipun berbeda-beda. Sekalipun ada perbedaan dan masalah dalam hidup bersama, mereka diharapkan saling mengasihi dan mengampuni. Dan yang lebih tegas lagi, Yesus mengajak kita untuk berani mengasihi dan mendoakan orang-orang yang memusuhi kita (Mat 5: 43). Hidup bersama akan terjamin bila manusia saling mengasihi satu sama lain, sebab Allah sendiri mencintai semua orang (Mat 5: 45). Allah mencintai dengan cara yang berbeda-beda. Ukuran cinta Tuhan sangatlah berbeda dengan ukuran manusia. Allah mencintai semua orang, yang jahat maupun yang baik. Bagi orang yang baik, Yesus tetap mengasihi dengan harapan agar orang tersebut tidak menjadi sombong dan takabur, melainkan agar orang baik tersebut dapat menjadi semakin baik. Tuhan juga mengasihi orang yang jahat dengan maksud agar orang tersebut mau berubah menjadi baik. Dalam hal ini Yesus memberi kesempatan kepada orang yang jahat itu untuk bertobat dan menjadi orang yang baik.
Bukti bahwa Allah mengasihi semua orang, juga termasuk mengasihi orang yang jahat adalah:
a)    Allah tidak membinasakan Adam dan Hawa setelah mereka berbuat dosa,
b)   Allah tetap melindungi Kain yang telah membunuh Habel adiknya sendiri,
c)    Allah selalu menolong bangsa Israel sekalipun mereka kerap melupakan-Nya, dan sebagainya.
Kepada semua orang yang percaya kepada-Nya, Yesus meminta agar mereka saling mengasihi. Hanya mereka yang mengasihi sesama yang diakui oleh Yesus sebagai murid-Nya. Hanya orang yang mengasihi, yang menjalankan perintah Bapa, dan hanya orang yang mengasihi akan sampai kepada Bapa. Akhirnya hanya apabila manusia saling mengasihi, Kerajaan Allah benar-benar terwujud.
 penjelasan


Kutipan Kitab suci yang dipakai:  JALAN YANG BENAR(Mat 7: 12); HUKUM YANG TERUTAMA (Mat 22: 37-40); GAUDIUM ET SPES ARTIKEL 29

Secara singkat Pelajaran materi HIDUPBERSAMA ORANG LAIN dapat di lihat dalam rangkuman. Rangkuman Pelajaran Klik di sini

Setelah Memahami pelajaran materi HIDUPBERSAMA ORANG LAIN silahkan kerjakan evaluasi.Evaluasi Pelajaran ini Klik di sini

0 comments:

Post a Comment