Theology,Technology, and Philosophy, ENJOY!!

Materi Pendidikan Agama Kaloik SD

Kunjungi Chanel DMC Yos Sudarso

Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK

Kunjungi Chanel DMC Yos Sudarso di Youtube

Materi Pendidikan Agama Katolik untuk SMP

kunjungi Chanel DMC Yos Sudarso

Showing posts with label Bible. Show all posts
Showing posts with label Bible. Show all posts

Monday, December 28, 2020

Ananias dan safira (Kis 5:1-11)

Ananias dan safira 
(Kis 5:1-11) 

1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah 
2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
3 Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”
5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.
6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.
7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
8 Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.”
9 Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.”
10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.
11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

Friday, January 18, 2013

Kitab Suci Perjanjian Baru - NEW TESTAMENT


source: thecrazyaustralian.com
KOMPETENSI DASAR

Siswa mengenal Kitab Suci dan Tradisi sebagai tolok ukur tertinggi dari imannya terhadap Yesus Kristus dan ajaran-Nya.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Pada akhir pelajaran, siswa dapat:
1.   menjelaskan proses terjadinya Kitab Suci Perjanjian Baru;
2.   menyebutkan bagian-bagian Kitab Suci Perjanjian Baru;
3.   menjelaskan alasan membaca Kitab Suci (lih. 2Tim 3: 16-17);
4.   membaca Kitab Suci dengan baik.

PENDAHULUAN

Kitab Suci Perjanjian Baru berisi tentang kesaksian dan renungan yang mendalam dari umat Kristen perdana mengenai Yesus Kristus. Inti warta yang disampaikan di dalamnya ialah bahwa Yesus sungguh-sungguh Tuhan dan Penyelamat. Beberapa orang dipilih oleh Tuhan sendiri untuk menuangkan kesaksian-kesaksian tersebut ke dalam bentuk tulisan. Bentuk tulisan mereka disebut Perjanjian Baru karena berisi perjanjian antara Allah dan manusia yang terjadi di dalam diri Yesus dan ditulis setelah Yesus bangkit. Disebut perjanjian karena menurut Alkitab hubungan manusia dan Allah terjalin dalam bentuk perjanjian. Dengan perjanjian dimaksudkan “hubungan khusus dan tidak biasa yang terjalin antara Allah dan manusia”. Allah bersatu dengan umat manusia demi keselamatannya. Dengan Perjanjian Lama dimaksudkan hubungan khusus yang terjalin antara Allah dengan para Bapa Bangsa dan Umat Israel. Sedangkan Perjanjian Baru hubungan yang terjalin antara Allah dan manusia di dalam Yesus Kristus.
Perjanjian Baru melanjutkan dan menyempurnakan Perjanjian Lama. Di samping itu, Perjanjian Baru memang berisi tentang “Perjanjian Baru” (lih. Luk 22: 20), yang oleh Allah diikat dengan umat manusia melalui Yesus Kristus. Artinya, perjanjian itu bersifat kekal, sebab hubungan Allah dan manusia di dalam Yesus Kristus tidak pernah akan putus.
“Konsili Suci mendesak dengan sangat semua orang beriman supaya sering kali membaca Kitab-Kitab ilahi untuk memperoleh pengertian yang mulia akan Yesus Kristus (Dei Verbum Art. 25). Santo Paulus pun dalam suratnya yang kedua kepada Timotius mengatakan bahwa “segala tulisan yang diilhamkan Allah (Kitab Suci) memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (lih. 2Tim 3: 26). St. Hironimus berkata “Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus.”
Melalui proses pembelajaran tentang Kitab Suci Perjanjian Baru, para siswa diajak untuk mengenal Alkitab sebagai buku kesaksian iman sekaligus sebagai firman Tuhan yang tertulis. Para siswa diberi masukan tentang proses terjadinya Kitab Suci Perjanjian Baru secara garis besar. Kemudian, para siswa juga diajak untuk mengenal pembagian Kitab Suci Perjanjian Baru. Akhirnya, para siswa diajak untuk menyadari pentingnya mendalami sabda Tuhan dalam Kitab Suci.


MATERI PENJELASAN

    Kisah dalam kutipan Injil Markus (Mrk 1: 9-11) tentang YESUS DIBAPTIS OLEH YOHANES bukan suatu laporan, tetapi suatu kisah yang mempunyai arti sangat mendalam. Kisah itu mau mengungkapkan iman umat perdana dan iman pengarang Injil (Markus) sendiri bahwa:
  • Yesus, Sang Mesias, mau dibaptis seperti orang lain yang datang kepada Yohanes Pembaptis untuk menyatakan kesetiakawanan-Nya kepada manusia. Yesus mau menerima pembaptisan itu sebagai saudara yang senasib dan sependeritaan dengan manusia.
  • Dalam peristiwa yang mengharukan, di mana Yesus merendahkan diri sama seperti manusia lain untuk dibaptis oleh Yohanes, Allah sendiri telah melantik Yesus untuk menjadi Mesias. Kata-kata pelantikan itu berbunyi: “Engkau Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”


    Jadi, Yesus adalah Mesias, Putra Allah. Itulah iman umat perdana dan iman penginjil (Markus) yang diungkapkan dalam kisah di atas. Kisah itu sudah sangat diwarnai oleh iman mereka terhadap Kristus yang telah bangkit.

PENDALAMAN MATERI 

              Ketika Yesus masih hidup tidak ada orang yang mencatat apa yang dibuat atau dikatakan-Nya. Namun, sesudah Yesus bangkit, murid-murid dan pengagum-Nya yang sangat terpukul oleh kematiannya, tiba-tiba mendapat semangat dan keyakinan baru yang luar biasa. Kemudian, mereka mulai bercerita dan mewartakan tentang diri Yesus dari Nazareth itu. Mereka begitu yakin bahwa Allah yang telah membangkitkan Yesus, maka mereka menyetujui dan membenarkan segala apa yang diajarkan-Nya dan dilakukan-Nya. Mereka mulai bercerita dan mewartakan tentang Yesus, ajaran, dan tindakan-Nya. Tetapi, semua kisah yang ditulis itu sudah sangat diwarnai oleh rasa cinta, rasa kagum, dan kepercayaan mereka terhadap Yesus. Banyak kisah tentang Yesus beredar di antara pengikut-pengikut-Nya.
Sekitar 60 sampai dengan 90 tahun kemudian, muncullah pikiran di antara murid-murid Yesus untuk menuliskan tentang Yesus (hidup-Nya, ajaran-Nya, dan tindakan-Nya). Dengan bimbingan Roh Kudus, mereka menuliskan kisah tentang Yesus (hidup-Nya, ajaran-Nya, dan tindakan-Nya). Mereka menulis tentang Yesus berdasarkan cerita-cerita dari para pengikut-Nya dan para saksi mata yang sudah beredar dan berkembang luas di tengah umat dan sudah sangat diwarnai oleh rasa kagum, rasa cinta, dan iman mereka kepada-Nya (bdk. Luk 1: 1-4).
         Tulisan-tulisan dalam Perjanjian Baru tersebut, misalnya Injil, bukanlah sebagai buku laporan atau sejarah yang teliti, tetapi sebagai buku iman dan cinta dari umat perdana tentang Yesus. Oleha karena itu, tulisan-tulisan tersebut dipengaruhi pula oleh iman dan maksud dari pengarangnya. Oleh sebab itu, kita tidak perlu heran jika tulisan-tulisan dari para penulis tentang Yesus tersebut terdapat perbedaan. Sebab, mereka bukan menulis suatu laporan atau sejarah yang teliti tentang Yesus, tetapi lebih tentang iman dan cinta mereka kepada Yesus Kristus.
      Untuk mengetahui proses terjadinya tulisan-tulisan mengenai Yesus, sebaiknya kita mulai dari periode hidup Yesus sampai pembentukan kanon Perjanjian Baru.

Antara tahun 7/6 S.M. – 30 Masehi: Periode Hidup Yesus.
   Yesus lahir kurang lebih tahun 7/6 Sebelum Masehi. Sekitar tahun 27 atau 28, Ia dibaptis oleh Yohanes dan kemudian tampil di depan umum. Yesus tampil di depan umum untuk melaksanakan tugas pewartaan selama kurang lebih tiga tahun. Yesus berkeliling mulai dari Galilea sampai Yudea untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan perkataan dan perbuatan. Sampai akhirnya Yesus ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Agama (Mahkamah Agama) dan disalib atas izin pemerintah Roma (Ponsius Pilatus).

Antar tahun 30 - 120 Masehi: Penyusunan Kitab Suci Perjanjian Baru.
   Yesus yang wafat disalib, ternyata dialami sebagai Tuhan yang hidup, yang mengumpulkan kembali murid-murid dan memberi mereka daya hidup baru. Mereka percaya bahwa Yesus telah bangkit. Dalam terang kebangkitan inilah para murid mulai mewartakan Yesus, pertama-tama kepada orang Yahudi, kemudian berkembang kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi. Para murid dengan penuh keyakinan mewartakan bahwa Allah telah menjadikan Yesus yang wafat disalib sebagai Kristus, Tuhan, Penyelamat, dan Hakim seluruh umat manusia. Mula-mula murid-murid Yesus hanya secara lisan menyebarkan kabar tentang Yesus. Tetapi setelah jemaat berkembang, mereka berhubungan satu sama lain melalui utusan dan surat-surat (bdk. Kis 15: 2-20). Para rasul dengan alasan tertentu mengirim surat kepada jemaat atau orang perorangan (lih. 2Tes 2: 2).
   Kemudian, orang mulai menulis beberapa pokok iman yang paling penting dan beberapa cerita serta sabda-sabda Yesus. Ketika generasi pertama Kristen mulai menghilang, para murid/pengikut Yesus merasa terpanggil untuk menuliskan segala sesuatu yang berkaitan dengan Yesus.
   Dari tulisan-tulisan tersebut berkembanglah karangan-karangan yang berupa Injil dan Kisah Para Rasul serta Wahyu sebagaimana tercantum dalam Kitab Suci Perjanjian Baru. Demikian pula, surat-surat dari para rasul mulai dikumpulkan.

Antara tahun 120 - 400 Masehi: Pembentukan Kanon (Daftar resmi Kitab Suci Perjanjian Baru).
   Banyak karangan tentang Yesus yang beredar. Hal ini membingungkan umat beriman. Umat sukar membedakan mana karangan yang sungguh menjadi pedoman dan mana karangan yang palsu. Akhirnya, Gereja dalam kurun waktu tersebut menetapkan 27 kitab sebagai kanonik, artinya diakui sebagai Kitab Suci.



Time line Perjanjian Baru. source: biblediagrams.com


 PENGELOMPOKAN KITAB SUCI PERJANJIAN BARU

   Injil            Kisah               Surat-surat
                 Para Rasul                Paulus
1. Matius           1. Kisah Para Rasul       1. Roma
2. Markus                                                 2. I Korintus
3. Lukas                                                    3. II Korintus
4. Yohanes                                               4. Galatia
                                                                  5. Efesus
                                                                  6. Filiipi
                                                                  7. Kolose
                                                                  8. I Tesalonika
                                                                  9. II Tesalonika
                                                                  10. I Timotius
                                                                  11. II Timotius
                                                                  12. Titus
                                                                  13. Filemon

Surat Kepada      Surat-surat             Wahyu
Orang Ibrani         Katolik                  
Surat Kepada         1. Yakobus
Orang Ibrani          2. I Petrus                       Kitab Wahyu
                                 3. II Petrus                    
                                 4. I Yohanes                   
                                 5. II Yohanes                 
                                 6. III Yohanes               
                                 7. Yudas                           


Time Line New Testament -  source:swartzentrover.com


PENTINGNYA MEMBACA KITAB SUCI

   Mengapa kita harus membaca dan mendalami sabda Tuhan yang terdapat dalam Kitab Suci?
  •  “Karena tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus.” Ungkapan ini berasal dari Santo Hieronimus untuk menegaskan bahwa sarana utama untuk dapat mengenal Kristus adalah Kitab Suci.
  • Karena iman tumbuh dan berkembang dengan membaca Kitab Suci. Santo Paulus kepada Timoteus menegaskan: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan mendidik orang dalam kebenaran.” (lih. 2Tim 3: 16-17).
  • Karena Kitab Suci adalah buku Gereja, buku iman Gereja. Kitab Suci adalah sabda Allah dalam bahasa manusia. Gereja menerimanya sebagai suci dan ilahi karena di dalamnya mengandung sabda Allah. Dari sebab itu, Kitab Suci (Alkitab) bersama Tradisi merupakan tolok ukur tertinggi dari iman Gereja.
  • Karena melalui Kitab Suci, kita dapat semakin mempersatukan diri dengan saudara-saudara kita dari Gereja-Gereja Kristen lainnya.


          Kitab Suci adalah firman Allah yang tertulis. Firman Allah itu dapat menjadi hidup apabila dibaca atau dibacakan dan didengar dengan iman. Firman yang hidup itu akan menjadi firman yang berdaya, karena dapat mengubah hidup manusia. Karena itu, firman Allah harus dihayati dan diwujudkan di dalam hidup nyata.
         Alangkah baiknya jika kita masing-masing mulai membaca Kitab Suci. Membaca Kitab Suci dalam rangka membina sikap iman sebenarnya hanya ada dua syarat, yaitu: 
  • Pertama: Iman dan keyakinan bahwa Kitab Suci (Alkitab) bukan surat kabar atau cerita pendek, melainkan Kitab yang dipakai Tuhan untuk berfirman. Oleh karena itu, membaca Kitab Suci harus dengan sikap iman dan dalam suasana doa. 
  • Kedua: Ketekunan dan membiasakan diri membaca Kitab Suci. Bila orang membiasakan membaca Kitab Suci dengan tekun, pasti muncul juga hasrat untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan tentang isi/pesan-pesan Kitab Suci (Alkitab) bagi diri kita.









KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA - Old Testament

source: www.thefeltsource.com
KOMPETENSI DASAR
Siswa mengenal Kitab Suci dan Tradisi sebagai tolok ukur tertinggi dari imannya terhadap Yesus Kristus dan ajaran-Nya.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Pada akhir pelajaran, siswa dapat:
1.   menjelaskan arti Kitab Suci Perjanjian Lama;
2.   menjelaskan proses terjadinya Kitab Suci Perjanjian Lama;
3.   menyebutkan bagian-bagian Kitab Suci Perjanjian Lama.

PENDAHULUAN



Para remaja sebaiknya sudah mulai diajak untuk mendalami Kitab Suci secara sungguh-sungguh. Dalam pelajaran ini, kita akan membahas Kitab Suci Perjanjian Lama. Terjadinya Kitab Suci yang kita miliki sekarang ini melewati proses yang panjang, kurang lebih sepuluh abad, dari kira-kira abad XI sebelum Masehi sampai kurang lebih abad I sesudah Masehi. Dari kenyataan ini, dapat dikatakan bahwa Kitab Suci merupakan salah satu buku tertua di muka bumi ini.
Kitab Suci Perjanjian Lama yang sekarang kita miliki pada mulanya berupa kumpulan cerita-cerita tentang pengalaman bangsa Israel dalam hubungannya dengan sejarah keselamatan. Bangsa Israel mengalami Tuhan yang menyertai, melindungi, dan menyelamatkan umat-Nya. Mereka mengalami kasih Allah yang begitu besar. Pengalaman-pengalaman tentang Allah yang menyelamatkan itu secara turun-temurun diceritakan kepada anak cucu mereka. Akhirnya, cerita-cerita yang ditulis oleh pengarang Kitab Suci atas dasar ilham Roh Kudus itu dikumpulkan dan disusun menjadi sebuah buku utuh seperti yang kita miliki sekarang ini.
Melalui proses pembelajaran tentang Kitab Suci Perjanjian Lama, para siswa diajak untuk mengenal Alkitab sebagai buku kesaksian iman bangsa Israel sekaligus sebagai firman Tuhan yang tertulis. Para siswa diberi masukan tentang proses terjadinya Kitab Suci Perjanjian Lama secara garis besar. Kemudian, para siswa diberi penjelasan tentang pembagian Kitab Suci Perjanjian Lama dan akhirnya diuraikan tentang pentingnya mendalami sabda Tuhan dalam Kitab Suci.

MATERI PENJELASAN 



Dalam cerita Kitab Suci (Kej 2: 7-9; 18; 21-23) tentang TUHAN MENJADIKAN MANUSIA PRIA DAN WANITA, bangsa Israel mau mewariskan kepada anak cucunya ajaran dan keyakinan bahwa:
  •     Manusia (pria dan wanita) diciptakan Tuhan.
  •     Manusia pria dan wanita diciptakan untuk bersatu dan saling melengkapi.
  •     Pria dan wanita memiliki derajat yang sama.

 
      Ajaran dan keyakinan ini menjadi kepercayaan yang sangat kuat pada bangsa Israel. Mereka yakin pula bahwa ajaran yang terkandung dalam cerita itu berasal dari Allah. Sejalan dengan pikiran itu, ajaran yang terkandung dalam cerita itu harus dimengerti sebagai firman Allah. Semua itu terjadi berkat ilham dan bimbingan Roh Allah. Jadi, bukan firman langsung dari Tuhan, melainkan firman Tuhan lewat pengalaman dan penemuan bangsa Israel berkat ilham dan bimbingan Roh Allah.
       Seluruh Kitab Suci Perjanjian Lama adalah Kitab Iman - Kitab Iman bangsa Israel - bukan riwayat hidup dan sejarah dari seseorang atau bangsa Israel. Tokoh-tokoh dalam kisah-kisah Perjanjian Lama dapat saja tokoh sejarah dan mempunyai latar belakang sejarah, tetapi dalam Kitab Suci Perjanjian Lama terutama dimuat iman dari bangsa terpilih itu. Perjanjian Lama sesungguhnya mengisahkan pra-sejarah, yakni kisah penciptaan sampai dengan Menara Babel (Kej 1-11) dan sejarah Israel mulai dari Abraham yang hidup sekitar tahun 2000/1800 sebelum Masehi sampai menjelang Yesus Kristus. Namun, sejarah yang ditulis dalam Perjanjian Lama lebih merupakan sejarah iman. Maka, untuk mengetahui proses terjadinya Kitab Suci Perjanjian Lama, sebaiknya dimulai dengan awal sejarah Israel yaitu sekitar tahun 1800 sebelum Masehi.
  1.     Antara tahun 1800 - 1600 S.M.: Zaman Bapa-bapa bangsa (Abraham–Ishak–Yakub). Periode ini adalah awal sejarah bangsa Israel yang dimulai dari panggilan Abraham sampai dengan kisah tentang Yakub. Dalam tahun inilah Bapa-bapa bangsa hidup. Sebagian kisah mereka tersimpan dalam Kej 12 - 50. Kisah ini kemudian diteruskan secara lisan turun temurun.
  2.     Antara tahun 1600 - 1225 S.M.: Kisah bangsa Israel mengungsi ke Mesir, perbudakan di Mesir, pembebasan dari Mesir sampai Perjanjian di Sinai. Kisah-kisah tersebut juga masih disampaikan secara lisan. Mungkin sekali 10 perintah Allah dalam rumusan yang pendek sudah ditulis pada masa ini sebagai pedoman hidup.
  3.    Antara tahun 1225 - 1030 S.M.: Perebutan tanah Kanaan dan zaman Hakim-Hakim. Pada periode ini, bangsa Israel merebut tanah Kanaan yang diyakini sebagai Tanah Terjanji di bawah pimpinan Yosua dan kehidupan bangsa Israel di tanah yang baru di bawah para tokoh yang diberi gelar Hakim. Hakim-hakim itu antara lain adalah Debora, Simson, dan sebagainya. Di samping cerita pada masa ini, juga sudah terdapat beberapa hukum.
  4.    Antara tahun 1030 - 930 S.M.: Periode Raja-Raja. Pada periode ini, bangsa Israel memasuki tahap baru dalam kehidupannya. Mereka mulai menganut sistem kerajaan yang diawali dengan raja Saul, kemudian digantikan oleh raja Daud dan diteruskan oleh raja Salomo, putra Daud. Pada masa inilah bangsa Israel menjadi cukup terkenal dan disegani oleh bangsa-bangsa lain. Pada zaman raja Saul, Daud, dan Salomo, bagian-bagian Kitab Suci Perjanjian Lama mulai ditulis. Misalnya, kisah penciptaan manusia, manusia jatuh dalam dosa dan akibatnya, bapa-bapa bangsa, kisah para raja, beberapa bagian Mazmur, dan hukum-hukum.
  5.    Antara tahun 930 - 722 S.M.: Kerajaan Israel dan Yahuda. Sesudah raja Salomo wafat, kerajaan Israel terpecah menjadi dua, yaitu kerajaan Utara (Israel) dan kerajaan Selatan (Yuda). Kerajaan Utara hanya berlangsung sampai tahun 722 S.M. Pada periode ini dilanjutkan dengan penulisan Kitab-kitab Suci Perjanjian Lama yang melengkapi cerita-cerita Kitab Taurat Musa serta beberapa tambahan hukum. Di samping itu, pada periode ini mulai muncul pewartaan para nabi dan kisah para nabi seperti Elia dan Elisa, Hosea, Amos. Beberapa bagian pewartaan para nabi mulai ditulis. Pada masa ini, beberapa kumpulan hukum perjanjian mulai diterapkan dan ditulis. Kita dapat membacanya dalam kitab Ulangan.
  6.    Antara tahun 722—587 S.M.: Kerajaan Yehuda masih berlangsung sesudah kerajaan Israel jatuh. Kerajaan Yehuda atau Yuda masih tetap berdiri kokoh sampai akhirnya mereka dibuang ke Babilon pada tahun 587 S.M. Pada masa ini beberapa tradisi tertulis tentang kisah bapa-bapa bangsa mulai disatukan. Demikian juga, pewartaan para nabi mulai ditulis dan sebagian diteruskan dalam bentuk lisan. Pada masa ini juga muncul tulisan tentang sejarah bangsa Israel, beberapa bagian dari Mazmur, dan Amsal.
  7.    Antara tahun 586 - 539 S.M.: Zaman pembuangan Babilon. Orang-orang Israel yang berasal dari Kerajaan Yuda hidup di pembuangan Babilon atau Babel selama kurang lebih 50 tahun. Pada masa ini, penulisan Kitab Sejarah dilanjutkan. Muncul pula tulisan yang kemudian kita kenal dengan kitab Ratapan. Demikian pula halnya dengan nabi-nabi, pewartaan para nabi sebelum pembuangan ditulis pada masa ini. Pada periode ini juga muncul para imam yang menuliskan hukum-hukum yang sekarang masuk dalam kitab Imamat.
  8.   Antara tahun 538 - 200 S.M: Sesudah pembuangan, bangsa Israel diizinkan pulang kembali ke tanah airnya oleh raja Persia yang mengalahkan Kerajaan Babilon. Pada masa ini kelima kitab Taurat telah diselesaikan. Juga kitab-kitab Sejarah Yosua, Hakim-hakim, 1-2Samuel, dan Raja-raja sudah selesai ditulis. Kitab-kitab para nabi pun sudah banyak yang diselesaikan Dari ratusan nyanyian, akhirnya dipilih 150 mazmur yang kita terima sampai sekarang. Pada masa ini muncul pula beberapa tulisan Kebijaksanaan.
  9.    Dua abad terakhir: Pada masa ini ditulislah kitab-kitab seperti: Daniel, Ester, Yudith, Tobit, 1, 2 Makabe, Sirakh dan Kebijaksanaan Salomo.
  10.    Kanon Kitab Suci: Orang Yahudi menentukan sejumlah kitab sebagai Kitab Suci. Daftar kitab-kitab yang mereka terima sebagai Kitab Suci disebut KANON. Kitab-kitab yang terdapat dalam kanon disebut kitab-kitab kanonik. Orang Yahudi hanya menerima Kitab Suci yang aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani, sedangkan yang ditulis dalam bahasa Yunani tidak diterima. Jumlah Kitab Suci yang diterima sebanyak 39 kitab. Kitab-kitab yang diakui sebagai kanonik tersebut diakui resmi sebagai Kitab Suci dan dijadikan patokan atau norma iman. Kitab-kitab itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani dan ditambah dengan beberapa tulisan yang aslinya ditulis dalam bahasa Yunani. Terjemahan itu diberi nama Septuaginta (LXX). Dalam Septuaginta terdapat semua Kitab Kanonik orang Yahudi ditambah sejumlah kitab yang aslinya ditulis dalam bahasa Yunani, yang diterima oleh Gereja Katolik (tetapi ditolak oleh Gereja Protestan) sebagai Kitab Suci. Kitab-kitab Kanonik itu adalah: Makabe, Sirakh, Kebijaksanaan, Yudith, Tobit, Barukh, tambahan Kitab Daniel, tambahan Kitab Ester dan Surat Yeremia. Dengan demikian, jumlah Kitab Suci Perjanjian Lama yang diakui Gereja Katolik ada 46 kitab. Kitab Suci lengkap yang diakui oleh Gereja Katolik itu disebut Deuterokanonika.
source: www.truthnet.org










   Keseluruhan Kitab Suci Perjanjian Lama dapat digolongkan ke dalam, yaitu kelompok kitab Sejarah, kitab Kebijaksanaan, dan kelompok kitab Nabi-Nabi.



KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA

   Kitab            Kitab               Kitab
Sejarah      Kebijaksanaan        Nabi-nabi
1.   Kejadian         1.   Ayub                 1.  Yesaya
2.   Keluaran         2.   Mazmur            2. Yeremia
3.   Imamat          3.   Amsal                3. Lagu Ratapan Yeremia
4.   Bilangan          4.   Pengkotbah      4. Barukh
5.   Ulangan          5.   Madah Agung   5. Yehezkhiel
6.   Yosua              6.   Kebijaksanaan 6 . Daniel
7.   Hakim-hakim 7.   Putra Sirakh    7. Hosea
8.   Rut                  8.   Yoel
9.   I Samuel        9.   Amos
10. II Samuel      10 Obaja
11.  I Raja-raja    11. Yunus
12. II Raja-raja  12. Mikha
13. I Tawarikh     13. Nahum
14. II Tawarikh   14. Habakuk
15. Ezra                15. Zefanya
16. Nehemia         16. Hagai
17. I Makabe       17. Zakaria
18. II Makabe     18. Maleakhi
19. Tobit                    
20. Yudit                    
      21. Ester