Theology,Technology, and Philosophy, ENJOY!!

Materi Pendidikan Agama Kaloik SD

Kunjungi Chanel DMC Yos Sudarso

Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK

Kunjungi Chanel DMC Yos Sudarso di Youtube

Materi Pendidikan Agama Katolik untuk SMP

kunjungi Chanel DMC Yos Sudarso

Showing posts with label kelas 9 semester 2. Show all posts
Showing posts with label kelas 9 semester 2. Show all posts

Wednesday, January 6, 2021

Kejadian 1: 26-31

 Kejadian 1: 26-31 

1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 

1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 

1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." 

1:29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 

1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. 

1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Bacaan Kitab Suci wajib dibaca saat pembahasan materi mencintai-alam-sebagai-bagian-hidup manusia. untuk melihat materi klik disini


Kejadian 1: 1- 25 - Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya

 Kejadian 1: 1- 25 

Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. 

Berfirmanlah Allah: ”Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. 

Berfirmanlah Allah: ”Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. 

Berfirmanlah Allah: ”Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 

Berfirmanlah Allah: ”Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. 

Berfirmanlah Allah: ”Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. 

Berfirmanlah Allah: ”Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: ”Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.” Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. 

Berfirmanlah Allah: ”Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.


Bacaan Kitab Suci wajib dibaca saat pembahasan materi mencintai-alam-sebagai-bagian-hidup manusia. untuk melihat materi klik disini


Penilaian Materi Mencintai Alam sebagai bagian Hidup Manusia

 Penilaian/evaluasi/Sikap dan Pengetahuan


  1. Sikap apa yang harus kita miliki atas keutuhan Alam Ciptaan Tuhan ini?
  2. Jelaskan makna alam bagi hidup manusia! 
  3. Mengapa alam kita saat ini banyak yang menjadi rusak? 
  4. Perilaku apa saja yang dapat merusak alam? 
  5. Akibat apa saja yang dapat dialami jika alam kita rusak? 
  6. Bagaimana pandangan Gereja terkait dengan makna alam bagi hidup manusia? 
  7. Usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk melestarikan alam lingkungan?


Silahkan kumpulkan melaui WA atau Google Form


Penilaian keterampilan

Silahkan lakukan penanaman pohon dirumahmu
Bisa tanaman Bungan ataupun buah serta tanaman lain
Bisa ditanam dihalaman rumah atau di pot
Dokumentasikan kegiatanmu tersebut dalam bentuk foto atau video

Silahkan kumpulkan melaui WA atau Google Form

jika belum memahami materi silakan baca materi lengkapnya. klik di sini
atau baca rangkuman materi. klik di sini



SELAMAT MENGERJAKAN. TUHAN MEMBERKATI

Rangkuman Mencintai Alam sebagai bagian Hidup Manusia

 Alam merupakan bagian dari hidup manusia itu sendiri. Oleh karena, manusia tidak dapat dipisahkan dengan alam. Kita sadari bersama bahwa Tuhan menciptakan bumi dan isinya (alam) ini dari hari pertama sampai hari kelima yang pada akhirnya diperuntukkan bagi kehidupan manusia.

Karena keegoisan dan keserakahan manusia, maka manusia berperilaku yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan alam dan bahkan kehancuran alam lingkungan.

Berbagai contoh tindakan menusia yang dapat merusak keutuhan alam ciptaan atau lingkungan hidup kita: antara lain membuang sampah sembarangan, mencari ikan dengan racun atau bahan berbahaya lainnya, penebangan hutan secara liar, dan sebagainya. 

Alam yang rusak dapat menyebabkan terjadinya berbagai bencana di bumi seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, dan sebagainya 

a. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita kenal ada tiga bentuk pencemaran, yaitu pencemaran udara, pencemaran tanah, dan pencemaran air. Ini merupakan beberapa bentukbentuk dari kerusakan alam lingkungan kita. 

b. Agar keseimbangan ekosistem tidak terganggu, kita harus memanfaatkan alam dengan memperhatikan dampak positif dan negatifnya. Meskipun demikian, kenyataannya masih banyak manusia yang belum menyadari akan hal ini, sehingga mereka tidak peduli terhadap kondisi dan kelestarian alam lingkungan kita. 

c. Keharmonisan hubungan antara alam dengan manusia dapat terjalin dengan baik jika dalam diri manusia ada kehendak yang baik untuk berusaha memanfaatkan dan mengelola serta memelihara alam dengan bijak sesuai dengan kehendak Allah. Hal ini seharusnya dapat dilakukan jika manusia menyadari akan peran dan tugasnya sebagai citra Allah. Hal inilah yang dijalankan dan dicontohkan oleh Fransiskus.

d. Dalam Kitab Kejadian khususnya dalam Kej 1: 26- 31, manusia dipanggil oleh Allah untuk senantiasa memperhatikan alam lingkungannya. Allah memberikan kekuasaan kepada manusia untuk menguasai alam dengan mengolah, mempergunakan dan melestarikan alam ciptaan ini. 

e. Adapun usaha-usaha yang dapat kita lakukan, misalnya: 

  1. Memanfaatkan transportasi umum, hemat listrik hingga hidup seadanya (sederhana) yang tidak konsumtif; 
  2. Mengurangi penggunaan mobil dengan naik sepeda, jalan kaki, atau dengan bus; 
  3. Composting merupakan cara untuk membuang sampah dapur. Cara itu sehat untuk tanah dan sedikit sampah yang akan masuk ke lokasi penimbunan; 
  4. Mematikan keran air bila sedang menyikat gigi atau sudah tidak dipakai; 
  5. Menempatkan sampah pada tempatnya, bukan dibuang di sungai ataupun di tempat-tempat yang dapat menyebabkan banjir; dan sebagainya

jika ingin membaca materi secara lengkap. klik disini

jika sudah siap untuk evaluasi klik di sini


Mencintai Alam sebagai bagian Hidup Manusia - Materi Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 9 semester 2

 

Alam merupakan bagian dari hidup. Oleh karena itu, manusia tidak dapat dipisahkan dengan alam. Kita sadari bersama bahwa Tuhan menciptakan bumi dan isinya (alam) ini dari hari pertama sampai hari kelima pada akhirnya diperuntukkan bagi kehidupan manusia. Sebab setelah bumi tertata dan tercipta dengan baik, pada hari keenam Allah menempatkan manusia di dalam bumi, alam ciptaan-Nya. Manusia dapat hidup karena Allah telah mempersiapkan alam dengan baik sebagai tempat hidup bagi manusia. Manusia dan alam hidup secara berdampingan secara harmonis dan saling membutuhkan. Manusia membutuhkan alam dan alam juga membutuhkan manusia untuk pelestarian hidupnya. Seperti kita membutuhkan flora dan fauna untuk hidup. Berton-ton makanan telah kita santap yang semuanya mengambil bahan pokok dari tumbuhan dan hewan. Bagi manusia, tumbuhan dan hewan dibutuhkan bukan hanya untuk bahan makanan, melainkan juga untuk hal-hal lainnya. Misalnya, tumbuhan membantu kita untuk bernapas, untuk membuat tempat tinggal, hasil karya seni, dan sebagainya. Sedangkan hewan yang kita pelihara dapat menjadi partner kerja mengolah tanah, bahkan dapat menjadi sumber protein hewani bagi kita. Perlakuan kita terhadap kelestarian lingkungan menentukan kesejahteraan hidup kita.

Namun demikian, pada kenyataannya saat ini banyak perilaku manusia yang justru dapat menimbulkan kerusakan alam lingkungan. Karena keegoisan dan keserakahan manusia, maka manusia berperilaku yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan alam dan bahkan kehancuran alam lingkungan. Dosa keserakahan Adam dan Hawa merupakan gambaran awal munculnya bencana atas alam semesta ini. 
Berbagai contoh tindakan manusia yang dapat merusak keutuhan alam ciptaan atau lingkungan hidup, antara lain: 

1) Penebangan hutan untuk industri perkayuan, penebangan pohon-pohon untuk perluasan lahan industri atau pemukiman secara tidak bertanggung jawab. Hal ini menyebabkan hutan menjadi gundul dan bukit menjadi tandus. Pada akhirnya menyebabkan bencana banjir, tanah longsor, dan kekeringan saat kemarau. 
2) Ketidakpedulian terhadap lingkungan yang ditunjukkan dengan tindakan membuang sampah di sembarang tempat, yang menyebabkan bau busuk dimana-mana serta menyebabkan saluran air (got) dan sungai menjadi tersumbat, yang pada akhirnya menyebabkan bencana banjir. 
3) Tindakan pencemaran lingkungan sungai dengan membuang limbah berbahaya ke dalam sungai. Hal ini dapat menyebabkan tercemarnya air sungai sehingga tidak dapat dimanfaatkan lagi, bahkan bisa membahayakan kesehatan kita. 
4) Pemakaian obat-obatan untuk membasmi hama tanaman, dan asap pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor yang sedikit demi sedikit dapat meracuni kita dan seluruh alam lingkungan kita. 

Dalam Kitab Kejadian 1: 1- 31 dikisahkan bagaimana Allah menciptakan alam ini dengan begitu indah adanya. Semua yang diciptakan Tuhan begitu baik adanya. Namun karena keserakahan Adam dan Hawa sehingga menjadikan alam ini menjadi rusak. Dalam Kitab Kejadian 3:17-19 dikisahkan bahwa sejak meninggalkan Taman Firdaus dengan segala kebutuhan hidupnya yang serba ada, manusia Adam dan Hawa terpaksa harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Keharmonisan hubungan antara alam dengan manusia dapat terjalin dengan baik jika dalam diri manusia ada kehendak yang baik untuk berusaha memanfaatkan dan mengelola serta memelihara alam dengan bijak sesuai dengan kehendak Allah. Hal ini seharusnya dapat dilakukan jika manusia menyadari akan peran dan tugasnya sebagai citra Allah. Manusia tidak dapat hidup tanpa alam dan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Kita dapat meminum air bersih, berteduh dalam rumah yang nyaman, menghirup udara yang segar, dan sebagainya karena ada sumber daya alam yang kita manfaatkan. Kita harus memanfaatkan alam dengan memperhatikan dampak positif dan negatifnya, agar keseimbangan ekosistem tidak terganggu. Meskipun demikian, kenyataannya masih banyak manusia yang belum menyadari akan hal ini, sehingga mereka tidak peduli terhadap kondisi dan kelestarian alam lingkungan. 

Pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan sangat mempengaruhi pencemaran lingkungan, yang sangat merugikan kehidupan. Kenyataannya, manusia sedang menghancurkan dirinya ketika tanpa merasa bersalah menghancurkan alam semesta. Manusia sedang menyia-nyiakan hidupnya, ketika menghambur-hamburkan sumber daya alam. 

Ada tiga bentuk pencemaran yang kita kenal, yaitu pencemaran udara, pencemaran tanah, dan pencemaran air. 

Selain itu, penebangan tumbuhan dan penembakan hewan secara berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan dan kepunahan. Hal ini akan berkaitan dengn rusaknya rantai makanan dan keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, pengelolaan hutan sangat penting demi pengawetan maupun pelestariannya, sebab fungsi hutan adalah untuk mencegah erosi, sumber ekonomi, menjaga keseimbangan air, menyediakan keanekaragaman hewan dan tumbuhan. Dimana semua itu pada akhirnya untuk kelangsungan hidup bagi manusia. 

Dalam Kitab Kejadian khususnya dalam Kej 1: 26-31, manusia dipanggil oleh Allah untuk senantiasa memperhatikan alam lingkungannya. Allah memberikan kekuasaan kepada manusia untuk menguasai alam dengan mengolah, mempergunakan, dan melestarikan alam ciptaan ini. Melalui ciptaan, Allah menyatakan diri-Nya sebagaimana Ia ada. Segala ciptaan yang ada menunjukkan bahwa Allah sungguh mencintai manusia. Kita patut bersyukur menyaksikan keindahan, keharmonisan, keselarasan serta betapa sempurna dan takjubnya alam raya. Ungkapan syukur kita kepada Allah dapat kita wujud nyatakan dengan menjaga dan melestarikan alam ini karena alam dan manusia adalah bagian hidup yang tak terpisahkan satu sama lain.
 
Adapun usaha-usaha yang dapat kita lakukan, misalnya: 
1) Menerapkan praktik hidup hemat, mulai dari sebanyak mungkin memanfaatkan transportasi umum, hemat listrik hingga hidup seadanya (sederhana) yang tidak konsumtif. Semua kegiatan tersebut dapat membantu mengurangi energi yang digunakan dan pada akhirnya dapat mengurangi polusi udara dan dampak rumah kaca; 
2) Mengurangi penggunaan mobil dengan naik sepeda, jalan kaki, atau dengan bus; 
3) Composting merupakan cara untuk membuang sampah dapur. Hal itu sehat untuk tanah dan sedikit sampah yang akan masuk ke lokasi penimbunan; 
4) Mematikan keran air bila sedang menyikat gigi atau sudah tidak dipakai; 
5) Membuang sampah pada tempat yang seharusnya bukan di sungai ataupun di tempat-tempat yang dapat menyebabkan banjir, dan sebagainya.


BACAAN KITAB SUCI WAJIB:

jika sudah memahami materi juga rangkuman materi. klik di sini

jika sudah siap mengikuti Evaluasi. klik disini



SELAMAT BELAJAR. TUHAN MEMBERKATI





Penilaian Materi Memperjuangkan Keadilan dan Kejujuran

 

Evaluasi Penilaian pengetahuan dan Sikap

1. Sikap apa yang harus kalian miliki Atas ajaran Gereja mengenai   keadilan dan kejujuran? 
2. Jelaskan arti keadilan menurut pemahaman kristiani!
3. Jelaskan arti kejujuran menurut pandangan kristiani!
4. Berikan contoh-contoh bentuk ketidakadilan dalam masyarakat!
5. Mengapa ketidakjujuran berarti mendustai Allah dan sesama? 
6. Tuliskan sikap jujur dalam hidup sehari-hari sebagai orang Kristiani yang dapat kamu lakukan!
7. Berdasarkan kisah Ananias, Apa akibat dari perbuatan tidak jujur mereka?

Silahkan di kumpulkan melaui WA atau Google Form


Penilaian keterampilan

  • Silahkan buat kliping
  • Mengumpulkan berita, baik di media cetak dan elektronik mengenai prakrik ketidakjujuran dan ketidakadilan yang terjadi di Indonesia.
  • Kumpulkan paling tidak 5 berita.
  • Bagi yang berlangganan koran, bica cari berita di koran
  • Bisa juga cari berita online. Discreenshoot kemudian di jadikan satu.
  • Kalau berita bisa atau memungkan untuk dicetak, silahkan. 
  • Boleh juga, ditulis saja judul beritanya dan dikutip dari media apa

Silahkan di kumpulkan melaui WA atau Google Form

jika belum jelas silahkan baca ulang materi pembelajaran klik disini
atau rangkuman materi klik di sini



Monday, January 4, 2021

Materi pokok Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas Sembilan semester 2

 Materi pokok Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas Sembilan semester 2

Berdasarkan kurikulum yanng disederhanakan, untuk semester 2 ada 7 materi pokok yang akan dibahas. materi pokok tersebut adalah:

1. Mengembangkan Keadilan dan Kejujuran

2. Mencintai Alam sebagai bagian Hidup Manusia

3. Sikap Gereja Katolik terhadap Agama dan Kepercayaan lain.

4. Kebersamaan itu Indah

5. Cita-cita demi Menggapai Masa Depan

6. Sakramen Perkawinan

7. Sakramen Tahbisan


nah, Delapan Materi pokok tersebut akan di peajaran dalam semester ke dua ini.

adapun Kompetensi Dasar yang akan dikuasai oleh siswa untuk semester 2 adalah:

1.4. Bersyukur pada Allah atas ajaranNya tentang  kejujuran dan keadilan 

2.4. Jujur dan adil dalam bertindak

3.4. Memahami ajaran Gereja tentang kejujuran dan keadilan 

4.4. Melakukan aktivitas (misalnya membuat motto/ menuliskan refleksi/ menyusun doa/ membuat kliping) yang berkaitan dengan kejujuran dan keadilan.

Kompetensi dasar ini akan tertuang dalam Satu Materi Pokok, yaitu:

1. Mengembangkan Keadilan dan Kejujuran

Kompetensi Dasar berikutnya adalah:

1.5. Bersyukur atas  keutuhan alam ciptaan 

2.5. Peduli dan Bertanggung jawab untuk memelihara keutuhan alam ciptaan.

3.5. Memahami sikap dan pandangan Gereja atas berbagai keprihatinan tentang keutuhan alam ciptaan dan usaha yang dilakukan.

4.5. Melakukan aktivitas (misaalnya menanam pohon/ membuat biopori/ membuat motto/ menuliskan refleksi) yang berkaitan dengan keutuhan alam ciptaan.

untuk kompetensi dasar ini akan termuat dalam Satu Materi Pokok, Yaitu: 

2. Mencintai Alam sebagai bagian Hidup Manusia


Sedangkan untuk Kompetensi Dasar:

1.6. Bersyukur atas  persaudaraan sejati dengan penganut agama dan kepercayaan  lain

2.6. Toleransi terhadap penganut agama dan kepercayaan lain

3.6. Memahami  ajaran Gereja tentang persaudaraan sejati dengan penganut agama dan kepercayaan  lain

4.6.Melakukan aktivitas( misalnya berkunjung ke rumah ibadah agama lain/ menuliskan refleksi/ melakukan wawancara pada tokoh agama) yang berkaitan dengan persaudaraan sejati dengan penganut agama dan kepercayaan  lain

akan menjadi landasan untuk Dua materi pokok, yaitu:

3. Sikap Gereja Katolik terhadap Agama dan Kepercayaan lain.

4. Kebersamaan itu Indah


Sementara Itu untuk Kompetensi Dasar:

1.7.Bersyukur atas Sakramen Perkawinan dan Sakramen Imamat

2.7. Peduli pada Sakramen Perkawinan dan Sakramen Imamat sebagai panggilan hidup

3.7.Memahami Sakramen Perkawinan dan Sakramen imamat sebagai panggilan hidup

4.7.Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa untuk imam/ menuliskan refleksi/ melakukan wawancara) yang berkaitan dengan sakramen perkawinan dan sakramen imamat

akan menjadi dasar untuk pembahasan Materi Pokok:

5. Cita-cita demi Menggapai Masa Depan

6. Sakramen Perkawinan

7. Sakramen Tahbisan


demikian untuk dipesiapkan oleh para siswa agar bisa melalui semester ke dua ini dengan baik. 

untuk video materi pembelajaran Agama Katolik bisa diakses di Chanel Youtube DMC Yos Sudarso dan juga bisa dibaca di buku Elektronik Pendidikan Agama Katolik dan budi pekerti.


bagi yang kesulitan untuk mengkases video pembelajaran. tetap bisa belajar melaui blog ini. pakatolik.blogspot.com


Selamat Belajar. Tuhan memberkati

Monday, December 28, 2020

Kesimpulan pembelajaran materi mengembangkan keadilan dan kejujuran

Kesimpulan dari pembelajaran materi mengembangkan keadilan dan kejujuran:

a. Menurut iman Kristiani, keadilan berarti memberikan kepada orang lain apa yang menjadi haknya. Keadilan berkaitan dengan keseimbangan antara hak dan kewajiban setiap orang di dalam masyarakat. Raja Salomo mengambil keputusan yang adil dengan dilandasi kebijaksanaan. Salomo memberikan bayi kepada orang yang berhak memilikinya yaitu ibu dari bayi tersebut. 

b. Sebagai remaja, bagaimana usaha yang dapat dilakukan untuk mengusahakan keadilan di dalam lingkungan atau di sekolah? Usaha yang dapat dilakukan antara lain: 

  1.  Mencoba untuk berteman dengan semua orang tanpa membedakan. 
  2.  Menghargai karya dari orang lain. 
  3.  Menghargai hak setiap orang.
  4.  Tidak merampas milik orang lain. 
  5.  Memberikan bantuan langsung pada orang-orang yang mengalami ketidakadilan. 
  6.  Membagikan barang atau materi yang kita miliki kepada mereka yang membutuhkan, dan lain sebagainya. 
c. Menurut Kitab Suci, ketidakjujuran akan membawa akibat yang sangat fatal dan bahkan kematian (lih.  Kis 5: 5). Ketidakjujuran Ananias dan istrinya membawa akibat yang sangat fatal, yaitu kematian. Dari kisah tersebut, kita dapat belajar bahwa ketidakkjujuran bukan hanya mendustai diri sendiri dan orang lain, tetap juga mendustai Allah (lih. Kis 5: 4). Sikap tidak jujur merusak hubungan dengan orang lain dan dengan Allah. Orang yang tidak jujur berarti telah dirasuki oleh iblis. Ia tidak melaksanakan kehendak Allah, melainkan kemauan iblis. 

d. Tuntutan untuk hidup dalam kebenaran juga disampaikan Yesus. Di dalam Khotbah di Bukit, Yesus menuntut para murid-Nya untuk senantiasa berani bertindak jujur, “Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak kamu katakan tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat.” (Mat 5: 37). Yesus menuntut setiap orang untuk setia dan bertindak jujur.



jika sudah memahami materi silahkan kerjakan penilaian klik di sini

jika belum menguasai silahkan banca kembali materi klik disini

Mengembangkan Keadilan dan Kejujuran - Materi Pend. Agama Katolik kelas 9 semester 2

Keadilan dan kejujuran, merupakan dua hal yang sangat mudah untuk diucapkan tetapi sulit untuk dilakukan. Apalagi pada zaman sekarang hampir setiap hari kita disuguhi berita tentang korupsi, baik dari media elektronik maupun media cetak. Ketika mereka sudah tertangkap tangan menerima uang suap pun tersangka masih mencoba mengelak dengan berbagai macam cara. Maka rasanya sangat sulit kita menemukan tokoh-tokoh publik yang mampu berbuat adil dan jujur karena untuk mewujudkan keduanya membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk mewujudkan keadilan dan kejujuran dalam hidup kita sehari-hari meskipun sulit. 

1. Memperjuangkan Keadilan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian adil adalah sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak pada yang benar,berpegang pada kebenaran, sepatutnya, tidak sewenang-wenang. Dalam kehidupan sosial di sekolah maupun di tengah masyarakat setiap orang ingin diperlakukan secara adil. Namun tidak jarang setiap orang punya konsep dan pengertian adil yang berbeda-beda. Adil diartikan suatu keputusan atau tindakan sejauh menguntungkan dirinya. Maka apabila keputusan atau tindakan tersebut tidak sesuai dengan keinginannya atau merugikan diri dan kelompoknya maka hal itu akan dianggap tidak adil. Ada pula yang mengartikan keadilan dengan pembagian yang “sama rata atau sama rasa”. Apabila keadilan dimaknai seperti itu akan mengaburkan makna keadilan yang sesungguhnya. Dan yang terjadi justru ketidakadilan. 

Ada berbagai contoh ketidakadilan dalam kehidupan sehari-hari: 

a. Ketidakadilan gender
Menilai seseorang dari jenis kelaminnya. Misalnya kehadiran seorang anak laki-laki diharapkan dapat melanjutkan garis keturunan keluarga, maka kelahiran anak laki-laki lebih diharapkan daripada kehadiran anak perempuan. Demikian juga dalam dunia kerja, tenaga laki-laki lebih dihargai bukan karena kemampuannya tetapi karena jenis kelaminnya. 

b. Ketidakadilan dalam bidang politik 
Misalnya, para penguasa bertindak sewenang-wenang dalam menjalankan kekuasaannya. Membuat aturan yang menguntungkan dirinya sendiri maupun kelompoknya dengan mengorbankan kepentingan rakyat. 

c. Ketidakadilan dalam bidang hukum
Sering kita saksikan di televisi para koruptor yang mencuri uang rakyat dan negara dengan jumlah yang sangat besar diperlakukan bagai seorang aktor, yang dapat tampil dengan senyum memakai pakaian yang mahal dan rapi. Bandingkan dengan seorang pencuri kelas teri, tampil seperti seorang pesakitan dengan pakaian yang lusuh dan badan babak belur. Hukum kadang tidak berpihak pada rakyat kecil, orang kaya dengan uangnya dapat membolak-balikkan hukum sesuai dengan keinginannya. Bayangkan jika seorang pencuri satu buah semangka harus diancam hukuman 5 tahun (http://Surabaya.detik.com), sedangkan seorang isteri aparat menggelapkan uang miliaran rupiah diganjar hukuman 10 bulan (Meteor, Jogja. Jumat, 19 Maret 2010). Adilkah itu? Masih sering kita dengar pula hak-hak orang miskin dan terpinggirkan dirampas begitu saja, namun orang yang punya kuasa dan jabatan sekali pun melakukan kesalahan besar dilindungi dan dibebaskan dari hukuman. 

d. Ketidakadilan dalam bidang ekonomi 
Para buruh diperlakukan seperti budak, tenaganya dieksploitasi dengan kompensasi upah yang rendah, komersialisasi para TKI dan TKW, sehingga terjadilah jurang yang cukup dalam antara si kaya dan si miskin. Pembangunan belum merata, hasilnya baru dinikmati oleh mereka yang bermodal kuat sehingga mereka akan semakin kaya, sedangkan yang miskin hanya menjadi penonton dan hidupnya semakin terpuruk dalam jurang kemiskinan. Bentuk-bentuk ketidakadilan semacam itu terjadi karena keserakahan manusia dan ditunjang oleh struktur di dalam masyarakat yang menguntungkan para pemodal dan orang-orang kaya. Sehingga, mereka yang miskin akan semakin terpuruk dalam ketidakberdayaan dari berbagai bidang kehidupan, sosial, ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya. 

Bagaimana pandangan Kristiani tentang keadilan? Menurut iman Kristiani, keadilan berarti memberikan kepada orang lain apa yang menjadi haknya. Keadilan berkaitan dengan keseimbangan antara hak dan kewajiban setiap orang di dalam masyarakat. Keadilan tidak lepas dari tanggung jawab kita untuk bertindak terhadap orangorang lain dengan cara yang dapat menjamin setiap orang menerima apa yang perlu untuk keberadaan hidup mereka. Oleh karena itu, di dalam iman Kristiani tindakan keadilan selalu dihubungkan dengan kebijaksanaan ( bdk. 1Raj 3: 16-28). 

Sebagai orang Kristiani, kita seharusnya memahami tentang keadilan yang sebenarnya, yaitu bersikap adil tanpa melihat siapa, kapan, dari mana, kedudukan, maupun kaya atau miskin, karena Allah memberikan keadilan apa adanya. 

Perjuangan menegakkan keadilan secara konkret dapat kita lakukan,misalnya dengan bertindak tanpa diskriminasi, tidak merampas milik orang lain (puas dengan apa yang kita miliki), bantuan langsung pada orang-orang yang mengalami ketidakadilan, atau membagikan barang yang kita punyai kepada mereka yang membutuhkan. 

Perjuangan melawan ketidakadilan merupakan tuntutan iman Kristiani, yakni membangun hubungan yang konstruktif dan membebaskan semua orang. Dengan cara inilah, hidup yang tenteram dan damai dapat kita rasakan karena semua orang mengalami perlakuan adil. 

Bagaimana usaha yang dapat kita lakukan untuk mengusahakan keadilan di dalam lingkungan atau di sekolah kita? Usaha yang dapat kita lakukan antara lain: 
1) Mencoba untuk berteman dengan semua orang tanpa membedakan.
2) Menghargai karya dari orang lain. 
3) Menghargai hak setiap orang. 
4) Tidak merampas milik orang lain. 
5) Memberikan bantuan langsung pada orang-orang yang mengalami ketidakadilan. 
6) Membagikan barang atau materi yang kita miliki kepada mereka yang membutuhkan, dan lain sebagainya. 

2. Memperjuangkan Kejujuran 

 Jujur dapat diartikan tidak berbohong, mengatakan seperti apa adanya, serta menyatakan sesuatu sesuai dengan kebenaran. Setiap orang harus berani memperjuangkan kejujuran seperti yang dikehendaki oleh Allah sendiri. Hal ini sesuai dengan Perintah Allah yang ke-8. “Jangan bersaksi dusta terhadap sesama manusia.” 
Dari kodratnya manusia itu mencari kebenaran. Ia berkewajiban untuk menghormatinya dan memberikan kesaksian: “Menurut martabat mereka, semua orang justru sebagai pribadi, artinya berakal budi dan berkehendak bebas, oleh karena itu mengemban tanggung jawab pribadi - berdasarkan kodrat mereka sendiri terdorong, dan karena kewajiban moral terikat untuk mencari kebenaran, terutama yang menyangkut agama. Mereka wajib juga berpegang pada kebenaran yang mereka kenal, dan mengatur seluruh hidup mereka menurut tuntutan kebenaran” (DH 2). 

Kebenaran dalam arti bertindak dan berbicara secara jujur berarti kejujuran, ketulusan hati atau sikap berterus terang. Kebajikan ketulusan hati atau kejujuran menuntut bahwa orang nyata sebagai benar dalam perbuatannya, mengatakan kebenaran dalam katakatanya dan menjauhkan diri dari lidah bercabang, kepura-puraan, penipuan dan kemunafikan. “Manusia tidak dapat hidup bersama dalam suatu masyarakat, kalau mereka tidak saling mempercayai, sebagai orang yang menyatakan kebenaran satu kepada yang lain.” Kebajikan kejujuran memberi kepada orang lain apa yang menjadi haknya. Ia mempertahankan jalan tengah antara apa yang harus dikatakan dan rahasia yang harus dipegang. Untuk itu diperlukan kejujuran dan sikap memegang rahasia. “Seseorang berkewajiban menyampaikan kebenaran kepada orang lain demi kejujuran” (Bdk. Katekismus Gereja Katolik 2467-2469). 

Sebagai orang beriman Kristiani, kita perlu menyadari bahwa perkataan atau sikap jujur harus terus diperjuangkan karena menyangkut kualitas hidup beriman seseorang. Sikap jujur merupakan sikap yang dikehendaki Allah sendiri. Dengan bersikap jujur kita akan merasa bahagia, sebab kita telah menyatakan kebenaran yang berkenan kepada Allah, “Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya Tuhan; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai” (Mzm. 5:13). 

Namun dalam kenyataan sehari-hari, sebagai remaja terkadang kita lebih senang melakukan perbuatan tidak jujur sebagai jalan pintas untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Seperti kebiasaan encontek di kalangan remaja pada saat ulangan ataupun saat menghadapi ujian, demi memperoleh nilai yang baik. Kadangkadang dengan penuh kebanggaan mereka saling bercerita tentang caranya mencontek supaya tidak ketahuan oleh gurunya. Hal ini mengundang keprihatinan kita bersama, bagaimana mungkin mereka bisa bangga melakukan perbuatan tidak jujur? Apakah mereka tidak sadar bahwa ketidakjujuran dapat menciderai perjuangan mereka dalam meraih cita-cita? Menurut Kitab Suci, ketidakjujuran akan membawa akibat yang sangat fatal dan bahkan kematian (lih. Kis 5: 5). 

Ananias melakukan tindakan tidak jujur dengan harta miliknya. Bukankah sebelum dijual tanah itu menjadi miliknya? Dan bukankah setelah dijual,hasilnya juga menjadi miliknya? Mengapa harus berdusta, dengan menahan sebagian dari miliknya untuk kepentingannya sendiri? Ketidakjujuran Ananias dan istrinya membawa akibat yang sangat fatal, yaitu kematian. Dari kisah tersebut, kita dapat belajar bahwa ketidakkjujuran bukan hanya mendustai diri sendiri dan orang lain, tetap juga mendustai Allah (lih. Kis 5: 4). 

Sikap tidak jujur merusak hubungan dengan orang lain dan Allah. Orang yang tidak jujur berarti telah dirasuki oleh iblis. Ia tidak melaksanakan kehendak Allah, melainkan kemauan iblis. Tindakan ananias dan Safira yang dikisahkan dalam teks kiss 5:1-11 merupakan contoh konkret orang yang mudah mengikuti bujukan setan sehingga mereka sepakat berbuat tidak jujur. Dusta Ananias dan safira menyangkut Roh Allah sendiri atau menghujat Roh Allah. 

Tindakan mendustai Allah ini tidak terampuni. Orang tersebut menjadi tidak berpengharapan lagi. Ia menjadi manusia yang mati. Tuntutan untuk hidup dalam kebenaran juga disampaikan Yesus.Di dalam Kotbah di Bukit, Yesus menuntut para murid-Nya untuk senantiasa berani bertindak jujur, “Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak kamu katakan tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Mat 5: 37). 

Yesus menuntut setiap orang untuk setia dan bertindak jujur. Yesus sendiri memberi teladan dalam bertindak jujur dengan senantiasa menyatakan kebenaran. Bahkan, seluruh hidup Yesus adalah pernyataan kebenaran.

catataan: 
Perikop kitab suci yang dipakai: 

silahkan baca rangkuman materi

jika sudah paham silahkan kerjakan evaluasi/penilaian