Theology,Technology, and Philosophy, ENJOY!!

Materi Pendidikan Agama Kaloik SD

Kunjungi Chanel DMC Yos Sudarso

Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK

Kunjungi Chanel DMC Yos Sudarso di Youtube

Materi Pendidikan Agama Katolik untuk SMP

kunjungi Chanel DMC Yos Sudarso

Showing posts with label Kelas 8 semester 2. Show all posts
Showing posts with label Kelas 8 semester 2. Show all posts

Thursday, January 7, 2021

Kisah Para Rasul 2: 1-13

 1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 

2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 

3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 

4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 

5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. 

6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 

7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? 

8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:

9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, 

10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, 

11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatanperbuatan besar yang dilakukan Allah.” 

12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?” 

13 Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”

bacaan wajib untuk materi Yesus Mengutus Roh Kudus. kilk disini

penilaian klik di sini


 

Penilaian Materi Yesus Mengutus Roh Kudus

 Penilaian


1. Jelaskanlah siapa Roh Kudus yang diutus Yesus?

2. Mengapa Yesus mengutus Roh Kudus?

3. Jelaskanlah lambang-lambang Roh Kudus?

4. Apa peran Roh Kudus dalam hidup kita?


Tugas

Buatlah sebuah doa yang mengungkapkan Peran Roh Kudus dalam hidupmu! 

kumpulkan lewat WA atau Google Form


jika belum menguasai, baca lengkap materi. klik disini
baca juga rangkuman materi, klik disini

Rangkuman Materi Yesus Mengutus Roh Kudus

 a.Setelah Yesus disalibkan, wafat, dan dimakamkan, para rasul mengalami kesedihan dan ketakutan yang luar biasa. Mereka sedih karena merasa ditinggalkan oleh Gurunya. Mereka takut untuk memberi kesaksian tentang Yesus. Mereka senantiasa menantikan terpenuhinya janji Yesus untuk mengutus Roh Penghibur yaitu Roh Kebenaran.

b. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang mengajarkan tentang Kebenaran Allah, yaitu mewartakan tentang Yesus Kristus sendiri dan karya Penyelamatan-Nya. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang menuntun Gereja kepada kekudusan. Dengan hidup mengikuti tuntunan dan bimbingan Roh Kudus maka setiap orang akan memperoleh keselamatan. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang menggerakkan, mendorong, menguatkan dan memberikan semangat kepada Gereja untuk berkarya dan mewartakan Kerajaan Allah. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, karena Ia akan selalu membimbing dan memimpin kita menuju kepada seluruh Kebenaran Allah. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran karena apa yang dikatakan, apa yang didengar dan apa yang diberitakan berasal dari Allah. 

c. Kerinduan para rasul itu akhirnya terjawab, ketika tiba-tiba terjadi tiupan angin yang keras memenuhi seluruh rumah dan lidah-lidah api bertebaran hinggap pada mereka masing-masing, lalu mereka dipenuhi Roh Kudus (lih. Kis.2: 1-11.). Ini membuktikan bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan mereka, melainkan akan menyertai senantiasa hingga akhir zaman. 

d. Penyertaan Yesus dalam Roh Kudus itu pula yang menguatkan iman Gereja hingga sekarang. Dalam keadaan sulit sekalipun, Gereja tetap percaya bahwa Roh Kudus terus berkarya menguatkan umat-Nya. 

jika ingin membaca materi lengkap. klik disini
jika sudah siap mengikuti penilaian/evaluasi. klik di sini

Yesus Mengutus Roh Kudus - Materi Pendidikan Agama Katolik kelas 8 semester 2

 Yesus Mengutus Roh Kudus


Sesudah kebangkitan-Nya dari alam maut, Yesus Kristus naik ke surga. Kenaikan Yesus inilah yang dimaksudkan-Nya ketika Ia mengatakan “.... Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yoh 16:7) Ia pergi kepada Bapa dan akan mengutus Roh Kudus, Roh Kebenaran. Ia pergi kepada Bapa karena Ia adalah Anak Allah dan Utusan-Nya. 

Roh Kudus atau Roh Kebenaran diutus untuk mengingatkan murid-murid-Nya akan perkataan-perkataan yang pernah diucapkan Yesus semasa tinggal bersama-sama dengan para murid. Apa yang pernah dijanjikan oleh Yesus tersebut sungguh–sungguh terpenuhi, bahwa Roh Kudus akan datang, yakni pada hari Pentakosta. Roh Kudus turun atas para rasul dalam bentuk lidah- lidah api dan tiupan angin yang sangat kencang memenuhi seluruh ruangan dimana mereka berkumpul. Para murid percaya bahwa Roh Kudus adalah Roh Yesus sendiri yang pernah dijanjikan-Nya kepada mereka. 

Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang mengajarkan tentang Kebenaran Allah, yaitu mewartakan tentang Yesus Kristus sendiri dan karya Penyelamatan-Nya. 

Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang menuntun Gereja kepada kekudusan. Dengan hidup mengikuti tuntunan dan bimbingan Roh Kudus maka setiap orang akan memperoleh keselamatan. 

Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang menggerakkan, mendorong, menguatkan dan memberikan semangat kepada Gereja untuk berkarya dan mewartakan Kerajaan Allah. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, karena Ia akan selalu membimbing dan memimpin kita menuju kepada seluruh Kebenaran Allah. 

Roh Kudus adalah Roh Kebenaran karena apa yang dikatakan, apa yang didengar dan apa yang diberitakan berasal dari Allah. Peristiwa Pentakosta mengungkapkan misteri Tritunggal Yang Maha Kudus. Roh Kudus yang dijanjikan oleh Yesus benar-benar hadir dalam Gereja, menjiwai, membimbing dan menyertai Gereja. 

Roh Kudus yang datang itu telah mengubah hati para murid Yesus, telah menyemangati dan mempersatukan semua orang dari berbagai bangsa. Apa yang mereka alami menguatkan iman mereka akan Yesus Kristus, bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan mereka, melainkan akan menyertai mereka senantiasa hingga akhir zaman. Pengalaman para murid Yesus tersebut hendaknya juga menjadi pengalaman hidup kita sebagai orang yang percaya akan Yesus. 

Roh Kudus telah diutus oleh Yesus untuk menyertai, membimbing dan menyemangati setiap langkah hidup kita. Hal ini berarti pula bahwa penyertaan dan kehadiran Yesus Kristus dalam Roh-Nya yang kudus itu terus berlangsung dan akan berlangsung hingga kini dan selamanya. Itulah yang menguatkan iman Gereja sekarang juga. Dalam keadaan sulit sekalipun, Gereja tetap percaya bahwa Roh Kudus terus berkarya menguatkan umat-Nya. Seperti Roh Kudus dilambangkan dengan angin, hendaknya kita menyadari bahwa Roh Kudus senantiasa berkarya dalam setiap langkah hidup kita. Roh Kudus menggerakkan kita kemana Roh itu mau. Kita percaya bahwa Roh Kudus akan selalu membimbing kita ke arah kebaikan.

Seperti Roh Kudus dilambangkan dengan api, hendaknya kita senantiasa menyadari bahwa Roh Kuduslah yang menyemangati gerak langkah hidup kita. Roh Kuduslah yang selalu mengobarkan semangat kita untuk mewartakan Kristus yang bangkit.


bacaan Kitab Suci yang harus Dibaca

Kisah Para Rasul 2: 1-13




Jika sudah membaca materi ini, baca juga rangkuman pembelajaran. klik di sini
jika sudah siap mengikuti penilaian/evaluasi, klik disini

Tuesday, January 5, 2021

Download prota prosem Pendidikan Agama Katolik semester 2

 


Salam Sehat saudara saudariku para guru  Pendidikan Agama Katolik, salah satu administrasi yang harus di penuhi seorang guru dalah adanya program tahunan dan semester. untuk SMP Kelas 8 kurang lebih prota dan prosemnya sebagai berikut:








sedangkan untuk RPP semester 2 untuk kelas 8



prota dan prosem serta RPP dapat diunduh secara gratis di chanel DMC YOS SUDARSO 


SEMOGA MEMBANTU, Tuhan Memberkati

Monday, January 4, 2021

Materi pokok Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 8 semester 2

Materi pokok Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 8 semester 2

Berdasarkan kurikulum yanng disederhanakan, untuk semester 2 ada Delapan materi pokok yang akan dibahas. materu pokok tersebut adalah:

1. Yesus mengutus Roh Kudus

2. Roh Kudus memberi daya kekuatan

3. Gereja sebagai Paguyuban

4. Pelayanan gereja sebagai paguyuban

5. Gereja sebagai tanda dan sarana Keselamatan manusia

6. Sakramen Inisiasi

7. Sakramen Tobat

8. Sakramen Pengurapan Orang Sakit


nah, Delapan Materi pokok tersebut akan di peajaran dalam semester ke dua ini.

adapun Kompetensi Dasar yang akan dikuasai oleh siswa untuk semester 2 adalah:

1.4  percaya akan Roh Kudus sebagai daya hidup Gereja

2.4 santun dalam kehidupan menggereja sebagai wujud karya Roh Kudus

3.4 memahami peran Roh Kudus pada gereja perdana dan gereja masa kini

4.4  melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa/ puisi/ membuat refleksi/ibadat) yang berkaitan dengan peran Roh Kudus pada Gereja Perdana dan Gereja masa kini


Kompetensi dasar ini akan tertuang dalam Dua Materi Pokok, yaitu:

1. Yesus mengutus Roh Kudus

2. Roh Kudus memberi daya kekuatan

Kompetensi Dasar berikutnya adalah:

1.5 bersyukur atas pelayanan Gereja sebagai persekutuan yang menjadi tanda dan sarana keselamatan bagi semua orang

2.5 peduli mewujudkan pelayanan Gereja sebagai tanda dan sarana keselamatan bagi semua orang

3.5 memahami makna gereja sebagai paguyuban yang melayani umat beriman sebagai tanda dan sarana keselamatan bagi semua orang

4.5 melakukan aktivitas (misalnya aksi sosial/mengikuti kegiatan lingkungan/menyumbang dana/menyusun doa) untuk mewujudkan Gereja sebagai persekutuan yang menjadi tanda dan sarana keselamatan bagi semua orang

untuk kompetensi dasar ini akan termuat dalam Tiga Materi Pokok, Yaitu: 

3. Gereja sebagai Paguyuban

4. Pelayanan gereja sebagai paguyuban

5. Gereja sebagai tanda dan sarana Keselamatan manusia


Sedangkan untuk Kompetensi Dasar:

1.6 bersyukur atas sakramen inisiasi dalam hidup menggereja

2.6 bertanggung jawab atas panggilan dan perutusan anggota Gereja sebagai konsekuensi menerima sakramen inisiasi

3.6 memahami ajaran gereja tentang makna dan konsekuensi sakramen inisisasi dalam hidup menggereja

4.6 melakukan aktivitas (misalnya mempraktikkan/ mendramatisasikan/membuat produk) yang berkaitan dengan tata cara penerimaan sakramen inisiasi

akan menjadi landasan untuk materi pokok yang ke Enam, yaitu:

6. Sakramen Inisiasi

Sementara Itu untuk Kompetensi Dasar:

1.7 bersyukur atas sakramen tobat dan sakramen pengurapan orang sakit sebagai tanda dan sara penyelamatan orang berdosa dan orang sakit

2.7 bersikap peduli pada orang yang bertobat dan orang yang sakit 

3.7 Memahami Gereja sebagai tanda dan sarana penyelamatan bagi orang berdosa dan orang sakit melalui sakramen Tobat dan sakramen Pengurapan orang sakit 

4.7 melakukan aktivitas (misalnya mengunjungi/ mendoakan/ menyusun doa) yang berkaitan dengan orang yang bertobat dan orang yang sakit

akan menjadi dasar untuk pembahasan Materi Pokok:

7. Sakramen Tobat

8. Sakramen Pengurapan Orang Sakit


demikian untuk dipesiapkan oleh para siswa agar bisa melalui semester ke dua ini dengan baik. 

untuk video materi pembelajaran Agama Katolik bisa diakses di Chanel Youtube DMC Yos Sudarso dan juga bisa dibaca di buku Elektronik Pendidikan Agama Katolik dan budi pekerti.


bagi yang kesulitan untuk mengkases video pembelajaran. tetap bisa belajar melaui blog ini. pakatolik.blogspot.com


Selamat Belajar. Tuhan memberkati

Sunday, January 27, 2013

RANGKUMAN MATERI KEGIATAN PELAYANAN GEREJA


RANGKUMAN MATERI KEGIATANPELAYANAN GEREJA


-           Visi utama dari gereja ialah mewujudkan Kerajaan Allah.
-           Empat fungsi layanan gereja antara lain: fungsi liturgia, diakonia, kerugma dan koinonia.
-           Liturgia (pengudusan) adalah segala bentuk kegiatan ibadat kepada Tuhan yang dilakukan oleh umat, baik secara pribadi maupun bersama-sama, baik yang sakramen maupun yang bukan sakramen.
-           Diakonia (Pelayanan) adalah segala bentuk pelayanan kepada semua orang yang membutuhkan pertolongan atau pelayanan.
-           Kerugma (pewartaan) adalah segala bentuk pewartaan, pengajaran iman, dan komunikasi iman untuk saling meneguhkan, berbagi pengalaman iman, dan saling meluruskan pandangan iman.
-           Koinonia berarti persekutuan adalah segala usaha untuk semakin mewujudkan dan mengukuhkan persaudaraan murid-murid Kristus, dengan saling membantu, saling berbagi, saling memperhatikan, saling memberi dan menerima dan saling mencukupi demi kesejahteraan bersama dalam komunitas. 
-           Empat fungsi pelayanan gereja ingin mewujudkan pula ciri kehidupan dari Jemaat Pertama.
-           Ciri hidup Jemaat Pertama adalah: bertekun dalam pengajaran para rasul, berkumpul memecahkan roti dan berdoa, saling memperhatikan kebutuhan hidup, dan memuji Allah.
-           Dalam gereja kita mengenal banyak wadah dan bentuk pelayanan yang bisa melibatkan remaja misalnya; Putra-putri altar, Legio Maria yunior, Remaja Katolik, Kelompok Paduan Suara Remaja, Bina Iman Remaja Katolik.


NOTES: Setelah materi KEGIATAN PELAYANAN GEREJA  dikuasai silahkan kerjakan evaluasi. klik di sini 

Saturday, January 26, 2013

MATERI PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK SMP - KEGIATAN PELAYANAN GEREJA

KEGIATAN PELAYANAN GEREJA

Gereja merupakan suatu komunitas dari orang-orang beriman kepada Kristus. Sebagai komunitas, gereja memiliki visi yang diwujudkan dalam misi atau kegiatan yang khas. Visi utama dari gereja ialah mewujudkan Kerajaan Allah yang berarti mengupayakan situasi kehidupan yang diwarnai oleh cinta akan Allah, damai, persaudaraan dan keharmonisan seperti gambaran dari suasana Kerajaan Allah itu sendiri.
Untuk mencapai visi tersebut, Gereja mewujudkannya dalam empat fungsi layanan yaitu fungsi liturgia, diakonia, kerugma dan koinonia. 
Yang dimaksud dengan liturgia (pengudusan) adalah segala bentuk kegiatan ibadat kepada Tuhan yang dilakukan oleh umat, baik secara pribadi maupun bersama-sama, baik yang sakramen maupun yang bukan sakramen. Contoh bidang pelayanan liturgia yang dapat diikuti oleh kaum remaja misalnya: Perayaan Ekaristi, ibadat lingkungan, doa bersama, novena Roh Kudus. 
Diakonia (Pelayanan) adalah segala bentuk pelayanan kepada semua orang yang membutuhkan pertolongan atau pelayanan. Umat beriman saling melayani, dengan memperhatikan kebutuhan jasmani dan rohani orang-orang, baik kalangan sendiri maupun diluar jemaat sendiri. Contoh kegiatan dalam bidang diakonia misalnya: memberikan dana APP, memberi bantuan di rumah jompo, mencarikan pekerjaan bagi tuna karya. 
Kerugma (pewartaan) adalah segala bentuk pewartaan, pengajaran iman, dan komunikasi iman untuk saling meneguhkan, berbagi pengalaman iman, dan saling meluruskan pandangan iman. Setiap umat beriman menerima pewartaan Kristus dan mengemban tugas pewartaan seperti yang telah diperintahkan oleh Kristus. Pewartaan tidak hanya dalam kata-kata terlebih dalam perbuatan dan tindakan yang nyata. Kegiatan yang termasuk bidang pewartaan misalnya: pelajaran agama, pendalaman Kitab Suci, retret, dan rekoleksi. 
Koinonia (persekutuan) adalah segala usaha untuk semakin mewujudkan dan mengukuhkan persaudaraan murid-murid Kristus, dengan saling membantu, saling berbagi, saling memperhatikan, saling memberi dan menerima, serta saling mencukupi demi kesejahteraan bersama dalam komunitas. Dalam persekutuan, umat beriman dibimbing oleh Roh Kudus untuk saling bertemu, mendengarkan Firman, berdoa dan hidup saling membantu satu sama lain. Contoh kegiatan atau bentuk dari koinonia misalnya: kelompok mudika, Legio Maria, ME (Marriage Encounter = Persekutuan suami istri), dan  kegiatan Lingkungan dan wilayah.
Empat fungsi pelayanan gereja tersebut tetap dalam rangka mewujudkan ciri hidup dari Jemaat Pertama. Pelayanan merupakan bentuk perwujudan dari ciri Jemaat Pertama yang hidup saling memperhatikan kebutuhan hidup satu dengan yang lain. Pewartaan merupakan perwujudan dari ciri Gereja Pertama yang setia pada pengajaran para rasul dan liturgia atau pengudusan merupakan perwujudan dari ciri Jemaat Pertama yang senantiasa memuji Allah. Sedangkan Koinonia juga merupakan perwujudan dari ciri Jemaat Pertama yang selalu berkumpul memecahkan roti dan berdoa. Dengan demikian, ciri hidup Jemaat Pertama tetap terpelihara dalam kehidupan Gereja sampai sekarang.
Sebagai seorang Kristiani kita diajak untuk ikut terlibat dalam empat fungsi pelayanan Gereja secara aktif sesuai dengan kemampuan masing-masing sehingga dapat mewujudkan peran serta kita dalam panggilan kita untuk mewujudkan Kerajaan Allah di dunia.


Kutipan Kitab suci yang dipakai:  CIRI HIDUP JEMAAT PERTAMA (Kis 2: 41-47)

Secara singkat Pelajaran materi KEGIATAN PELAYANAN GEREJA
 dapat di lihat dalam rangkuman. Rangkuman Pelajaran Klik di sini

Setelah Memahami pelajaran materi KEGIATAN PELAYANAN GEREJA silahkan kerjakan evaluasi.Evaluasi Pelajaran ini Klik di sini

EVALUASI MATERI SAKRAMEN INISIASI


Kerjakan Evaluasi pelajaran berikut ini jika sudah benar-benar menguasi materi pelajaran SAKRAMEN INISIASI. 

Jawablah pertanyaan berikut ini secara singakat, tepat dan jelas!


1.     Sebutkan tanda yang digunakan dalam hubungan manusia dengan Tuhan!
2.     Jelaskan pengertian sakramen!
3.     Gereja sebagai sakramen keselamatan manusia, apa maksudnya?
4.     Apa yang dimaksudkan dengan Israel baru menurut Lumen Gentium Art.9?
5.     Jelaskan tahap-tahap inisiasi dalam Gereja Katolik!
6.     Apa syarat utama seseorang dapat menerima Sakramen Baptis?
7.     Jelaskan makna dan buah/ rahmat Sakramen Baptis!   
8.     Apa isi pesan Yesus kepada para murid-Nya pada Perjamuan Malam Terakhir?
9.     Jelaskan tugas seseorang yang sudah menerima Sakramen Baptis!
10.  Apa makna roti dan anggur dalam perayaan Ekaristi?
11.  Jelaskan makna perayaan Ekaristi sebagai sumber dan puncak hidup Gereja!
12.  Sebutkan makna Sakramen Penguatan!
13.  Jelaskan konsekuensi orang yang telah menerima Sakramen Penguatan!

Notes:
1.     Kumpulkan jawaban melaui email paling lambat 1 munggu setelah  penugasan
2.      Lihat rangkuman pelajara. klik di sini
3.      Jika belum mengeasai materi  SAKRAMEN INISIASI.  silahkan review pelajaran tersebut. klik di sini

Friday, January 25, 2013

MATERI PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK SMP - GEREJA SEBAGAI KOMUNIO



Dalam kehidupan bermasyarakat banyak muncul kelompok atau perkumpulan. Kita dapat melihat orang-orang itu berkumpul di berbagai tempat,  misalnya, di pos siskamling, di pasar, di sekolah, atau di tempat lainnya. Semua kumpulan orang-orang di tempat-tempat tersebut tidak dapat disebut sebagai persekutuan (komunio). Tidak ada komunikasi dan interaksi lebih lanjut setelah itu. Yang dimaksud persekutuan (komunio) tentu saja bukan seperti itu. Dalam persekutuan (komunio) atau paguyuban, komunikasi dan interaksi berlangsung terus-menerus. Masing-masing saling memperhatikan satu sama lain, saling memiliki, saling memberi, saling mendukung, saling menasihati, saling mengingatkan, saling mengembangkan, saling melayani, dan saling berusaha agar kebersamaam tersebut terus-menerus terjaga keutuhannya demi kebahagiaan bersama.
Model orang-orang yang berkumpul untuk membentuk  persekutuan (komunio) bisa kita lihat dalam kehidupan para murid Yesus, sebagaimana dikisahkan dalam Kitab Suci (lih. Kis 2: 41-47). Persekutuan mereka terbentuk berkat pengalaman yang sama yaitu sebagai murid-murid Yesus dan orang-orang yang percaya kepada-Nya, setelah mendengar pewartaan tentang Yesus Kristus. Kehidupan persekutuan mereka sangat menarik dan “berbeda” dibandingkan dengan persekutuan yang ada di sekitar mereka saat itu. Mereka selalu hidup dalam persekutuan dengan bertekun dalam pengajaran para rasul, selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa bersama, segala kepunyaan mereka adalah milik bersama, satu sama lain saling melayani dan berkurban, selalu hidup dengan gembira dan tulus hati, mereka juga saling mengenal, memiliki ikatan batin, memiliki iman yang sama yaitu kepada Yesus Kristus dan menjalankan cara hidup yang sesuai dengan kehendak Kristus. Persekutuan mereka itulah yang sering disebut GEREJA PERTAMA atau GEREJA AWAL. Mereka adalah cikal bakal Gereja yang hingga kini memiliki berbagai unsur keanggotaan Gereja.
Dalam Gereja Katolik, kita dapat menjumpai diakon, imam, dan uskup, yang semuanya biasa disebut pastor. Mereka bertugas melayani dalam hal: memimpin, mengajar, dan menguduskan, melalui berbagai perayaan sakramen. Selain mereka itu, juga ada suster dan bruder yang tergabung dalam Hidup Bakti (tarekat religius dan tarekat sekular). Mereka membaktikan diri sepenuhnya bagi pewartaan kabar gembira. Wujud konkrit dalam pelayanan mereka meliputi karya pendidikan, kesehatan, rumah-rumah retret, pengolahan pertanian, asrama, panti asuhan, dan sebagainya. Cara hidup mereka dalam biara-biara dan menjadi anggota suatu komunitas, tarekat, atau kongregasi.
Masih ada satu lagi anggota Gereja yang disebut kaum awam. Mereka adalah semua orang beriman Kristiani yang bukan imam dan juga bukan biarawan. Peran mereka adalah ikut melaksanakan perutusan segenap umat Kristiani dalam Gereja dan dunia, yang berkarya sebagai pedagang, tenaga medis, petani, guru, pengemudi, dosen, dan sebagainya. Walaupun kemampuan dan peran kaum awam ini berbeda satu dengan yang lainnya, mereka semua memiliki martabat yang sama di hadapan Allah. Hal ini telah disampaikan oleh Santo Paulus dalam surat yang berjudul “Banyak anggota tetapi satu tubuh” (lih. 1 Kor 12: 12-18).
Gereja dapat juga diartikan sebagai tubuh Kristus (satu tubuh) yang terdiri atas banyak anggota dengan kemampuan serta peran yang berbeda-beda. Dalam perbedaan itu, mereka semua bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas mewartakan kabar gembira. Agar dapat menjalankan perannya dengan baik, Gereja sebagai tubuh Kristus dihidupi dan dibimbing oleh Roh yang satu, yaitu Roh Kristus sendiri.

Kutipan Kitab suci yang dipakai:  HIDUP JEMAAT PERTAMA (Kis 2: 41-47), BANYAK ANGGOTA TETAPI SATU TUBUH ( 1 Kor 12: 12-18)


Secara singkat Pelajaran materi GEREJA SEBAGAI KOMUNIO dapat di lihat dalam rangkuman. Rangkuman Pelajaran Klik di sini

Setelah Memahami pelajaran materi GEREJA SEBAGAI

 KOMUNIO silahkan kerjakan evaluasi.Evaluasi Pelajaran ini Klik di sini

NB: 
 1. Berikut ini adalah data Paus Benedictus XVI (coutersy of wikipedia)
Benedict XVI

Pope Benedict XVI in St. Peter's Square, Rome, 2010
Papacy began 19 April 2005
Predecessor John Paul II
Orders
Ordination 29 June 1951
by Michael von Faulhaber
Consecration 28 May 1977
by Josef Stangl
Created Cardinal 27 June 1977
Personal details
Birth name Joseph Aloisius Ratzinger
Born (1927-04-16) 16 April 1927 (age 85)
Marktl, Bavaria, Germany
Nationality German (along with Vatican citizenship)
Denomination Roman Catholic
Parents Joseph Ratzinger, Sr., Maria Peintner
Previous post
Motto cooperatores veritatis (cooperators of the truth)[1]
Signature {{{signature_alt}}}
Coat of arms {{{coat_of_arms_alt}}}
Other Popes named Benedict

2. Berikut ini adalah data Kardinal dari Indonesia (coutersy of wikipedia) setelah Mgr.Justinus Darmojuwono (1977-1982)
His Eminence Julius Darmaatmadja S.J.
Kardinal-Uskup Agung Emeritus Jakarta
Darmaatmadja.jpg
Gereja Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Jakarta
Keuskupan Agung Jakarta
Provinsi Jakarta
Ditunjuk 11 Januari 1996
Kekuasaan berakhir 28 Juni 2010
Pendahulu Leo Soekoto
Penerus Ignatius Suharyo
Lain-lain Kardinal-Imam Santa Cuore di Maria
Penugasan
Penahbisan 18 Desember 1969
oleh Justinus Darmojuwono
Konsekrasi 29 Juni 1983
oleh Justinus Darmojuwono
Menjadi Kardinal 26 November 1994
Peringkat Kardinal-Imam
Data diri
Nama lahir Julius Riyadi Darmaatmadja
Lahir 20 Desember 1934 (umur 78)
Muntilan, Magelang
Kewarganegaraan Indonesia
Denominasi Katolik Roma
Kediaman Wisma Emmaus Girisonta, Semarang
Posisi sebelumnya

3. Berikut ini adalah data Keuskupan Indonesia (coutersy of wikipedia)